•   24 September 2021 -

Vaksin Dosis Ketiga Khusus Nakes, Masyarakat Diminta Tak Memaksakan Kehendak

Nasional - M Rifki
02 Agustus 2021
Vaksin Dosis Ketiga Khusus Nakes, Masyarakat Diminta Tak Memaksakan Kehendak Kementerian Kesehatan memulai penyuntikan perdana vaksin booster menggunakan vaksin Moderna di RSCM Jakarta, Jumat (16/7/2021) lalu. Penerima vaksinasi booster adalah 50 Guru Besar FKUI serta sejumlah dokter lainnya.(Dok. Kementerian Kesehatan)

KLIKKALTIM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, saat ini, vaksinasi dosis ketiga (booster) hanya diberikan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan yang mendapatkan dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tak memaksa vaksinator untuk diberikan dosis ketiga vaksinasi. “Kami memohon agar publik dapat menahan diri untuk tidak memaksakan kepada vaksinator untuk mendapatkan vaksin ketiga. Masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksin. Mohon untuk tidak memaksakan kehendak,” kata Nadia dalam keterangan tertulis sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Senin (2/8/2021).

Nadia menjelaskan, vaksinasi booster tidak untuk khalayak umum, mengingat terbatasnya pasokan vaksin dan masih terdapat lebih dari 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang belum mendapatkan suntikan. Di samping itu, Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Nadia mengatakan, ITAGI memberikan rekomendasi jenis vaksin untuk vaksinasi dosis ketiga dapat menggunakan platform yang sama atau berbeda.

Dengan demikian, pemerintah menetapkan menggunakan vaksin Moderna untuk dosis vaksin ketiga bagi nakes.

"Dikarenakan kita tahu bahwa efikasi dari Moderna ini paling tinggi dari seluruh vaksin yang kita miliki saat ini," ucapnya. Nadia mengatakan, pemberian dosis ketiga vaksin tetap memperhatikan kondisi kesehatan daripada sasaran. Menurut Nadia, apabila sasaran vaksin memiliki alergi karena memang tidak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, maka bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua. Nadia berharap vaksinasi booster bisa dilaksanakan sesegera mungkin supaya cepat terselesaikan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika ditemui ketidaksesuaian data penerima vaksinasi booster, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit atau puskesmas segera melakukan perbaikan data ke Kementerian Kesehatan. “Kalau dia adalah tenaga kesehatan tapi tidak tercatat atau dia tercatat misalnya di pemberi pelayanan publik, maka dia bisa melakukan perubahan data ke Badan PPSDM Kesehatan melalui email sdmkesehatan@pedulilindungi.id untuk melakukan perbaikan data,” pungkasnya.

Pemberian Amerika, Efikasi 94,1 Persen

Dilansir dari Sekretariat Kabinet RI, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengatakan bahwa pengiriman vaksin Moderna merupakan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) melalui jalur multilateral COVAX Facility. Dengan kedatangan ini, jumlah vaksin Moderna yang telah diterima Indonesia adalah sebesar 4.500.160 dosis.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin Moderna memiliki efikasi mencapai 94,1 persen untuk mencegah infeksi Covid-19 pada orang yang menerima dua dosis vaksin. Selain itu, Moderna juga terbukti efektif dalam uji klinis untuk mencegah Covid-19 di antara orang-orang dengan berbagai kategori usia, jenis kelamin, ras, etnis, dan orang-orang dengan kondisi medis yang mendasarinya.

Untuk efek samping, CDC melaporkan bahwa efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh vaksin Moderna terjadi dalam satu atau dua hari setelah vaksinasi. Adapun kemungkinan efek samping Moderna mencakup kemerahan, rasa sakit, dan pembengkakan di lengan yang disuntikkan vaksin, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, panas dingin, demam, serta mual. Munculnya efek samping ringan ini merupakan tanda normal bahwa tubuh sedang membangun perlindungan dan gejalanya akan hilang dalam beberapa hari.

 




TINGGALKAN KOMENTAR