•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pria Disabilitas yang Perdaya 10 Wanita Ngaku Kecanduan Phone Sex

Nasional - Redaksi
24 Maret 2020
 
Pria Disabilitas yang Perdaya 10 Wanita Ngaku Kecanduan Phone Sex Jumpa Pers Polresta Banyuwangi

KLIKKALTIM.com -- Pria disabilitas di Banyuwangi AT (23) menipu 10 wanita sehingga mau video call bugil dengan dirinya. Ia kemudian merekam video call tersebut untuk mengancam korban agar mau berhubungan intim dengannya.

Pria disabilitas di Banyuwangi AT (23) menipu 10 wanita sehingga mau video call bugil dengan dirinya. Ia kemudian merekam video call tersebut untuk mengancam korban agar mau berhubungan intim dengannya.

Ia meminta 10 wanita itu video call dengan iming-iming imbalan uang jutaan. Sehingga para korban terbujuk dan mau telanjang.

Kemudian ia mengancam akan menyebarkan rekaman video call itu agar 10 korban itu mau berhubungan intim dengannya. Pengancaman dilakukan karena AT merasa terangsang melihat para korban telanjang.

Namun jauh sebelum aksi video call, AT sudah merasa kecanduan phone sek dengan wanita. Itu terungkap saat pria yang memiliki kekurangan fisik pada kedua kakinya diinterogasi oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin.

"Saya hobi phone sex. Kemudian berlanjut mengancam agar mau diajak tidur," ujar AT kepada detikcom di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (24/3/2020).

Ia sengaja memperdaya perempuan usia muda. Dari sepuluh korbannya, mayoritas merupakan perempuan yang sudah dikenalnya. Dengan iming-iming uang, tersangka dengan mudah memperdaya setiap korbannya.

"Semuanya saya kenal. Dan usianya ya muda seumuran dengan saya. Saya iming-iming uang. Tapi tidak saya kasih," tambahnya.

AT juga mengakui, korban pertama kemudian mengajak perempuan lainnya untuk dikenalkan kepadanya. Semua korban tidak mengetahui jika di balik panggilan video itu, tersangka sudah menyiapkan strategi kedua.

"Dari korban pertama mengajak teman yang lain. Begitu seterusnya. Baru satu kali tidur dengan salah satunya," lanjutnya.

Pelaku telah menyiapkan aplikasi perekam saat video call telanjang bersama para korban. Selanjutnya, video-video tersebut disimpan di dalam komputer miliknya.

"Saya siapkan aplikasi perekam layar. Sehingga setiap aktivitas video call tersimpan di HP. Saya simpan di komputer untuk dikoleksi," pungkasnya.

 

Sumber : detik.com




TINGGALKAN KOMENTAR