•   02 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Bali Diguncang 7 Kali Gempa Susulan

Nasional - Inara Dafina
16 Juli 2019
 
Bali Diguncang 7 Kali Gempa Susulan Sejumlah warga di Bali panik karena gempa. ( Foto: Istimewa )

KLIKKALTIM.com --Gempa dengan magnitudo 6,0 mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Bali, di antaranya Nusa Dua, Denpasar, Tabanan, dan Jembrana, Selasa (16/7/2019) pukul 08.18.36 Wita. Namun gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hanya saja karena guncangannya cukup keras membuat warga kota berhamburan ke luar rumah menyelamatkan diri.

"Hidup, hidup , hidup," demikian teriakan warga kota Denpasar yang bergegas keluar rumah saat terjadi gempa. Siswa di sekolah-sekolah berhamburan keluar kelas menyelamatkan diri.

Hal serupa juga terjadi di kantor pemerintahan dan swasta karena warga takut gempa akan merobohkan bangunan tempat mereka sekolah dan bekerja.

"Kami takut kalau ada gempa besar seperti sekarang. Jangan sampai ada gempa yang mirip dengan di Lombok. Karena itu kami lebih baik keluar rumah cari selamat," ujar salah seorang warga Komang Yunarsih yang ikut lari ke luar rumah bersama anaknya.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun dari BMKG Denpasar menyebutkan gempa yang berpusat di 9.11 lintang selatan, 114.54 bujur timur, dengan kedalaman 68 km itu terjadi di 83 km barat daya Nusa Dua, 84 km barat daya Jembrana, 89 km barat daya Denpasar, 90 km barat daya Tabanan, dan 917 km tenggara Jakarta.

Selain di Denpasar di kabupaten lainnya di Bali seperti di Jembrana guncangan gempa sangat dirasakan. "Murid-murid sekolah di Kabupaten Jembrana berhamburan keluar, salah satunya murid di MTs Darussalam Pengambengan, Negara. Semuanya panik, termasuk guru," kata salah seorang warga negara, Kabupaten Jembrana.

Gempa Susulan Capai 7 Kali

Pascagempa bumi bermagnitudo 6,0 Skala Richter (SR) dan dimutakhirkan menjadi 5,8 SR, yang mengguncang Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada Selasa (16/7/2019) pagi, telah terjadi tujuh kali gempa bumi susulan.

"Hingga pukul 08.00 WIB telah terjadi tujuh kali gempa susulan dengan kekuatan yang semakin mengecil," kata kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Kekuatan gempa susulan paling besar bermagnitudo 3,2 SR dan terkecil 2,5 SR dan getaran gempa tidak dirasakan. Gempa bumi 6,0 SR yang terjadi pada pukul 07.18 WIB disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali pada kedalaman 104 km.

Gempa bumi berkedalaman menengah tersebut menurut hasil pemodelan BMKG tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di daerah Badung V Modified Mercalli Intensity (MMI), Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI.

Bangunan Sekolah Rusak

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, gempa mengakibatkan sejumlah kerusakan. Salah satunya di SD No 1 Ungasan, Kuta Selatan. Sebanyak tiga siswa dan guru luka-luka akibat tertimpa genteng.

Gempabumi juga mengakibatkan plafon di ruangan jebol. Murid-murid pun dipulangkan karena situasi belajar sudah tidak kondusif. Menurut Kepala Sekolah SD no. 1 Ungasan, Ni Made Asri, saat kejadian gempa, seluruh siswa dan guru panik.

Akibat kena runtuhan genteng, guru atas nama Ni Nengah Sukensi, mengalami luka di kepala. Sedangkan tiga siswa lainnya juga mengalami luka dan sudah dibawa ke puskesmas terdekat. ***




TINGGALKAN KOMENTAR