Karyawan Meninggal di dalam Kabin Crane yang Masih Menyala; Ketahuan Setelah Dicek Teman Kerja
Petugas mengevakuasi jenazah pekerja yang ditemukan meninggal di dalam kabin crane di Jalan KH Mas Mansyur, Samarinda.
SAMARINDA - Aktivitas sebuah crane yang masih menyala di area PT Suryanusa Permatabahari, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, berujung penemuan seorang pekerja dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (1/10/2026) sore.
Pekerja berinisial MK (55) ditemukan tidak bergerak di dalam kabin crane yang sebelumnya diketahui dihidupkannya untuk dipanaskan. Polisi yang menerima laporan tersebut kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal.
Pamapta II Polresta Samarinda IPDA Fardan Wijaya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Tim Inafis, sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Pada saat pemeriksaan Inafis, beliau meninggal dengan keadaan tanpa adanya kekerasan. Informasi awal kelelahan, pada saat dicek tidak ada temuan kekerasan apa pun," kata Fardan.
Meski demikian, kepolisian belum memastikan penyebab kematian MK. Jenazah kemudian langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan.
"Sejauh ini telah kita evakuasi untuk diamankan ke Rumah Sakit AWS, untuk visum. Setelahnya mayat tersebut akan dibawa keluarga," ujarnya.
Fardan menjelaskan, korban ditemukan masih berada di dalam unit crane yang menjadi bagian dari pekerjaannya. Beberapa jam sebelum ditemukan, MK diketahui sempat menghidupkan dan memanaskan alat berat tersebut.
"Pada saat kejadian ini sedang memanasi crane. Dengan unit bawaannya dia sendiri. Kemudian selang beberapa jam diketemukan dengan kondisi sudah tidak bergerak," jelasnya.
Informasi tersebut diperkuat Manager Operasional PT Suryanusa Permatabahari, Dobby. Sekitar pukul 14.00 Wita, ia sempat melihat MK berada di dalam kabin sambil menghidupkan crane.
"Saya kebetulan tadi ada temui salesnya crane ini. Saya lihat dia memang lagi hidupin crane. Saya juga enggak terlalu mantau perhatikan gitu," kata Dobby.
Dobby kemudian melanjutkan aktivitasnya bersama sejumlah sales. Beberapa waktu berselang, ia kembali melihat crane tersebut masih dalam kondisi menyala. Namun, tidak terlihat aktivitas MK dari dalam kabin.
Curiga dengan kondisi tersebut, Dobby mendekati crane dan memeriksa korban. Saat melihatnya di dalam kabin, kakinya disentuh dan digerakkan, namun MK tidak kunjung memberikan respons.
"Saya lihat, saya pegang kakinya, saya gerak-gerakkan. Sudah posisi yang tadi seperti kita lihat tadi, saya langsung panik," ungkapnya.
Rekan- rekan kerja kemudian diminta membantu memeriksa kondisi MK di dalam kabin. Pihak perusahaan selanjutnya menghubungi ketua RT sebelum informasi diteruskan kepada kepolisian.
"Saya langsung telepon Pak RT dulu pertama. Terus dari Pak RT baru panggil pihak dari kepolisian," tutupnya.
MK diketahui merupakan warga Jalan Otto Iskandar Dinata, Samarinda, dan telah bekerja di PT Surya Nusa Permata Bahari selama hampir 11 tahun. Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: