•   13 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Kaltim Diselimuti Kabut Asap; Gubernur Terpantau Lagi di Singapura, Pemprov Bantah Nonton F1

Kaltim - Redaksi
13 Oktober 2026
 
Kaltim Diselimuti Kabut Asap; Gubernur Terpantau Lagi di Singapura, Pemprov Bantah Nonton F1 Unggahan foto Gubernur Rudy Mas'ud sedang sarapan di Singapura. (Ist)

SAMARINDA - Keberadaan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud di Singapura saat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Etam memantik polemik. 

Foto Rudy yang sedang berada di sebuah tempat makan di Singapura beredar luas di media sosial, memunculkan pertanyaan publik soal waktu keberangkatan orang nomor satu di Kaltim tersebut. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akhirnya buka suara. Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi membenarkan keberadaan Rudy memang berada di Singapura pada akhir pekan lalu. 

Namun, Pemprov menegaskan keberangkatan tersebut bukan untuk agenda wisata maupun menghadiri Formula 1 Singapore Grand Prix seperti narasi yang beredar, melainkan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Mount Elizabeth.

Yang menjadi sorotan, perjalanan tersebut berlangsung ketika Kaltim masih menghadapi persoalan karhutla. Pemprov menyebut pemeriksaan kesehatan sengaja dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu tugas pemerintahan. Rudy disebut menjalani pemeriksaan pada Minggu (11/10/2026), setelah sehari sebelumnya berada di Bandung.

Rangkaian perjalanan Rudy cukup padat. Pada Kamis (8/10/2026), ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono dalam agenda di Institut Teknologi Kalimantan. Jumat (9/10/2026), Rudy menghadiri peresmian kantor cabang Bank Jatim di Balikpapan.

Kemudian Sabtu (10/10/2026), Rudy berada di Bandung menghadiri agenda Partai Golkar sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim. Pada malam harinya, ia berangkat menuju Singapura. Minggu pagi, foto Rudy sedang sarapan di hotel di Singapura beredar dan kemudian menjadi pemicu perbincangan publik. Media Indonesia

Pemprov menyebut perjalanan tersebut menggunakan biaya pribadi dan tidak membebani APBD. Ririn juga menyatakan perjalanan ke luar negeri itu telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri, sementara permohonan tertulis disampaikan secara paralel karena keberangkatan dilakukan pada akhir pekan. 

"Perjalanan ini telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis juga disampaikan secara paralel," kata Ririn, Selasa (13/10/2026).

Rudy kemudian disebut kembali ke Jakarta pada Senin (12/10/2026) siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan pada sore hari.

Namun, klarifikasi tersebut tidak otomatis menghapus sorotan. Sebab, persoalan yang berkembang di ruang publik bukan semata soal siapa yang membayar perjalanan, melainkan soal timing keberangkatan kepala daerah ketika Kaltim masih menghadapi karhutla dan bagaimana izin perjalanan tersebut diproses.

Pemprov sendiri mengakui memahami munculnya pertanyaan publik. Ririn bahkan menyampaikan permohonan maaf apabila perjalanan tersebut menimbulkan kekecewaan atau persepsi yang kurang berkenan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat dan penanganan karhutla. 


"Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan atau kekecewaan. Kepekaan dan empati terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian kami," tutup Ririn.






TINGGALKAN KOMENTAR