•   18 August 2022 -

Wali Kota dan Dinas PUPR Beber Alasan Rapat Perencanaan Jalanan Bontang Digelar Tertutup

Bontang - M Rifki
04 Agustus 2022
Wali Kota dan Dinas PUPR Beber Alasan Rapat Perencanaan Jalanan Bontang Digelar Tertutup Pembahasan rencana kebijakan strategis dan teknis sistem pengembangan jalan Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota/ M Rifki- Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Rapat tertutup yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang bersama Wali Kota Basri Rase dikarenakan pembahasan teknis. 

Kepala PUPRK Bontang Usman mengatakan, penyusunan rencana kebijakan strategis dan teknis sistem pengembangan jalan Bontang nanti akan dibuat oleh Universitas Mulawarman Samarinda. 

"Tadi tertutup karena pembahasan teknis. Masih tahap awal dulu jadi master plan jalan se Kota Bontang. Ini penjajakan awal yang dikerjakan oleh Unmul," ucap Usman usai rapat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (4/8/2022). 

Klik Juga : Rapat Wali Kota dengan Dinas PUPR, Wartawan Diminta Keluar

Diketahui kajian itu akan rampung pada Desember 2022 mendatang. Jalanan akan dibangun menyesuaikan pemetaan. 

Misalnya, kawasan peruntukkan di Bontang Lestari yang sudah statusnya Industri. Jadi, perbaikan nantinya berdasarkan kajian tersebut. 

Kemudian, dilanjutkan Usman akan ada pembuatan jalur alternatif seperti jalan Ring Road yang menghubungkan antara wilayah. 

Misalnya, dari wilayah Berbas Pantai yang terhubung ke Bontang Kuala. Baru bisa juga dari Loktuan menuju Tanjung Limau. 

Baru ada lagi jalan khusus kawasan pariwisata. Nanti ada spesifikasi khusus mulai dari jenis jalan, lebar jalan, dan kualitas jalannya. 

Kajian ini juga bukan untuk jangka pendek. Melainkan perencanaan 5 hingga 10 tahun ke depan. 

"Target tahun ini rampung. Jadi masih bersifat laporan pendahuluan. Nah ini minta masukan dari OPD. Jadi pengembangan jalan bukan hanya sembarangan, harus ada kajian," sambungnya. 

Wali Kota Bontang, Basri Rase juga menyambut positif adanya perencanaan sejak dini. Apalagi yang berkaitan dengan akses kemudahan masyarakat. 

Dari situ pengembangan jalan bisa dinilai dan disiasati mulai penganggaran serta anggaran yang dibutuhkan. 

"Masih tahap awal. Jadi kita tunggu saja kajiannya," ucap Basri.




TINGGALKAN KOMENTAR