Truk Angkutan Beras Mogok; Gerakan Pangan Murah Molor 5 Jam, Warga Rela Antre Menunggu
Situasi GPM di Bontang yang belum menjual beras SPHP terlambat datang (Klik Kaltim).
BONTANG- Jadwal pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di UMKM Center Jalan Parikesit molor 5 jam dari target.
Alasannya karena truk pengangkut 5 ton beras dari Badan urusan Logistik (Bulog) mengalami kerusakan di Kilometer 24 poros Bontang-Samarinda.
Walhasil banyak wargabuang terpaksa pulang dan ada juga yang tetap menunggu untuk membeli beras dengan harga Rp60 ribu per 5 kilogram.
Fahrur Abi misalnya sudah 3 kali bolak balik untik mendapatkan pasokan beras murah. Rencananya dia akan membeli 2 karung untuk persiapan bulan Ramadhan.
"Pagi saya datang. Terus habis shalat kesini lagi belum ada. Ternyata dibuka pukul 14.30 Wita nanti," ucap Fahrur.
Dari pantauan Klik Kaltim, tiket antre pembelian beras subsidi ini sudah sampai 200-an dari total 500 kupon yang akan disebar.
Kepala Bidang Ketahanna Pangan DKP3 Debora Kristiani mengaku keterlambatan ini murni persoalan teknis.
Seharusnya kendala ini tidak bisa terjadi. Sebab warga sudah diberikan pengumuman sedari lama untuk membeli beras subsidi.
"Kami dapat jadwal pagi tadi harusnya. Tapi rupanya truknya rusak. Ini baru aja sih. Harusnya dari kemarin. Tapi karena antre muatan jadi di pagi hari baru dikirim," ucap Debora.
Akhirnya, truk dari Bontang harus dikirim untuk memindahkan beras total 5 ton.
"Kami kirim beras dari Bontang akhirnya. Baru yang muat cuman 2 orang untuk 5 ton kan butuh waktu," tuturnua
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: