•   04 October 2022 -

Tambahan Rp 309 Miliar di APBD-P 2022, Rustam Ingatkan Pemkot Pakai untuk Belanja Publik 

Bontang - Redaksi
02 Agustus 2022
Tambahan Rp 309 Miliar di APBD-P 2022, Rustam Ingatkan Pemkot Pakai untuk Belanja Publik  Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam/Dok

KLIKKALTIM.COM - Asumsi APBD-Perubahan 2022 diprediksi akan alami pertumbuhan sekitar Rp 309 miliar. Dana itu bersumber dari dana perimbangan yang diprediksi disalurkan oleh pemerintah pusat semester 2 tahun anggaran ini. 

Pun demikian, Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam meminta, agar tambahan anggaran tersebut bisa merealisasikan program unggulan pemerintah kepada masyarakat. 

Ia mengingatkan, agar pemerintah bisa bijak dalam tata kelola keuangan daerah. Selama ini anggaran masih didominasi untuk keperluan operasional saja, sedangkan manfaat langsung ke masyarakat masih minim. 

"Belanja pegawai, barang dan jasa masih mendominasi. Sedangkan belanja modal atau untuk urusan publik nilainya masih kecil. Semoga nanti tambahan ini dialokasikan untuk keperluan masyarakat luas," ungkap Rustam saat memimpin rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Selasa (2/8/2022). 

Rustam menjelaskan, sebelumnya proyeksi anggaran APBD 2022 yang ditetapkan hanya Rp 1,2 triliun.

Tetapi dalam prosesnya, ada tambahan anggaran dari pendapatan sah daerah sebesar Rp 309 Miliar lebih. Tambahan itu bersumber dari pendapatan asli daerah, pajak, dan dana bagi hasil.

Sehingga diproyeksi kembali, APBD tahun ini akan mencapai Rp 1,5 triliun.

“Berjalan 6 bulan ini akan ada tambahan di anggaran perubahan,” bebernya.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sony Suwito Adicahyono menjelaskan, penambahan anggaran Rp 309 miliar itu akan digunakan untuk menutupi belanja wajib di prognosis semester kedua tahun 2022.

Misalnya seperti pendanaan beberapa kegiatan-kegiatan yang sebelumnya dibintangi. ”Itu akan dipakai belanja wajib dan belanja baru,” jelasnya.

Diketahui, proyeksi APBD 2022 sebesar Rp 1.5 Triliun, diluar dari Bantuan Keuangan (Bankue), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH). Angka tersebut meningkat dari APBD 2021 yang hanya sebesar Rp 1.3 Triliun.




TINGGALKAN KOMENTAR