•   10 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Siasati Kekurangan Anggaran; Wali Kota Neni Perintahkan 3.500 Pegawai Bersih-Bersih Sungai, Program Rutin di Hari Jumat

Bontang - M Rifki
10 Oktober 2026
 
Siasati Kekurangan Anggaran; Wali Kota Neni Perintahkan 3.500 Pegawai Bersih-Bersih Sungai, Program Rutin di Hari Jumat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi sejumlah pegawai saat meninjau lokasi sungai muara di Kelurahan Tanjung Laut Indah beberapa waktu lalu.

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menerjunkan Aparatur Sipil Negara (ASN) nya sebanyak 3.500 orang untuk membersihkan sungai ditengah kondisi keterbatasan anggaran. 

Pada 2026 ini alokasi Normalisasi sungai hanya Rp2 miliar. Sementara nilai itu belum mampu menggaruk seluruh sungai yang ada di Kota Bontang yang berjumlah 31 kilometer . 

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, jadwal pengerahan ASN akan berlangsung dalam waktu dekat. 

Rencananya waktu yang akan dipilih berlangsung setiap hari Jumat. Karena ini termasuk program Jumat Bersih. 


Neni telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengoordinasikan pengerahan ribuan ASN tersebut. Instruksi itu disampaikan melalui pesan singkat kepada Sekda, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga 15 lurah di Kota Bontang.

Langkah ini diharapkan menjadi kekuatan tambahan untuk membersihkan sungai, terutama dari tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air saat musim penghujan.

Berdasarkan catatan Klik Kaltim, mengacu pada publikasi Kota Bontang Dalam Angka 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), panjang empat sungai utama di Bontang mencapai 31,16 kilometer.

Rinciannya, Sungai Bontang sepanjang 13,36 kilometer, Sungai Guntung 4,73 kilometer, Sungai Kanibungan 3,30 kilometer, dan Sungai Nyerakat 9,77 kilometer.

Neni mengatakan, kegiatan bersih-bersih akan dilakukan secara serentak dengan melibatkan ASN. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta menyiapkan alat berat untuk mendukung kegiatan di lapangan.

"Saya pikir untuk aliran sungai tengah kota bisa nanti dimobilisasi ASN. Jadi, kegiatan bersih-bersih secara serentak. PUPR siapkan alat berat. Kemudian ASN bersihkan sampah di sekitar sungai," ucap Neni.

Menurutnya, pengerahan ribuan ASN tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan penanganan sungai, di tengah keterbatasan anggaran normalisasi.

Neni berharap gerakan gotong royong ini dapat membantu mengurangi potensi banjir ketika intensitas hujan meningkat. Namun, pelaksanaannya akan difokuskan pada pembersihan sampah di sekitar aliran sungai dengan dukungan peralatan dari PUPR.

"Jadi, kalau musim hujan, populasi banjir bisa berkurang," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR