•   18 August 2022 -

Sengsaranya Erwan; Setelah Banjir Dipenuhi Lumpur, Air Berhenti Mengalir

Bontang - M Rifki
12 Mei 2022
Sengsaranya Erwan; Setelah Banjir Dipenuhi Lumpur, Air Berhenti Mengalir Rumah Erwan masih dipenuhi lumpur usai banjir karena air pdam tak mengalir/M Rifki-Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Banjir sudah surut sejak, Rabu (11/5) kemarin. Namun, lumpur yang larut dengan air masih melekat di lantai rumah Erwan, di Gang Atletik 20, RT 41, Kelurahan Api-Api, hingga Kamis (12/5/2022) siang. 

Erwan menggerutu rumahnya masih kotor sejak banjir tiba, ia ingin sekali membersihkan sisa lumpur yang mengendap itu. Tapi aliran air bersih ngadat sejak Selasa lalu. 

 "Dari kemarin mati, kalaupun ngalir paling hanya menetes saja dan pasti tidak bisa digunakan bersih-bersih rumah," ujar Erwan kesal. 

Sudah 13 tahun lalu ia dan keluarganya menetap rumah ini, banjir mulai merendam huniannya baru di tahun 2014. Ia menduga, akibat pembangunan rusunawa yang berjarak sepelemparan batu dari teras rumahnya itu  

Klik Juga : Sumur WTP KS Tubun Rusak, Distribusi Air 5 Kelurahan Terganggu

Banjir yang datang kemarin, kali kedua dialami dalam tempo 2 pekan. Bahkan, kasurnya harus dibuang karena terendam air saat banjir. 

Sisa banjir masih membekas, Erwan kesal lantai rumahnya dibiarkan kotor karena air tak kunjung mengalir. 

Jual Rumah

Ia berencana pindah dari sini, banjir membuatnya pusing. Hampir setiap air sungai meluap, ia sibuk memindahkan barang-barang. 

Belum lagi rupiah yang sudah dikeluarkan untuk renovasi. Pria berambut gondrong ini pasrah, rumah dihargai murah. 

"Ada pikiran untuk pindah. Pasti harganya anjlok cuman mau tidak mau daripada harus renovasi total pasti akan membutuhkan biaya besar," kata dia. 

Terhitung menurutnya banjir kemarin hampir setara dengan musibah yang melanda pada 2019 lalu. Suasana merayakan hari kemenangan saat itu dirasakan sedih karena harusnya pergi shalat Idul Fitri. 

 "Capek sudah kalau begini. Pasti setiap orang pingin rumahnya bebas banjir, " pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR