Remaja di Bontang Disekap dan Hendak Diperkosa, Pelaku Kabur lalu Kembali Pura-Pura Menolong
Ilustrasi pelecehan seksual.(Ist)
BONTANG – Seorang remaja di Bontang Selatan menjadi korban dugaan percobaan pemerkosaan pada Sabtu (23/8/2026) lalu di rumahnya sendiri. Terduga pelaku diduga merupakan teman ayah korban yang malam itu ikut nongkrong bersama sang ayah.
Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh kakak korban. Saat itu, sang kakak yang tidur di samping adiknya terbangun karena mendengar suara teriakan.
Ketika terbangun, kakak korban melihat adiknya disekap oleh seorang laki-laki tidak dikenal. Menyadari sang kakak terbangun, pelaku melepaskan sekapannya dan berlari kabur.
Saksi pun mengejar hingga ke depan pintu. Pelaku melarikan diri ke semak-semak, tetapi ciri-cirinya sempat terlihat. Kakak korban kemudian berteriak sambil berusaha menghubungi ibunya yang kala itu sudah berangkat bekerja di dapur MBG bersama ayahnya.
"Saya berteriak. Terus ada dua orang datang dan bertanya kenapa. Terus saya bilang ada orang masuk ke rumah mau perkosa adik," ucap sang kakak.
Tak lama kemudian, seorang teman ayahnya kembali datang ke lokasi. Belakangan, orang tersebut diduga merupakan pelaku utama. Ia bergabung dengan dua rekannya dan berpura-pura hendak menolong.
Sang kakak tidak langsung menuduh orang tersebut. Ia terlebih dahulu memastikan ciri-ciri pelaku. Hingga akhirnya, di hadapan tiga teman ayahnya, ia berani menyampaikan bahwa pelaku berada di antara mereka.
"Ya iyalah saya tahu. Karena orangnya ada di sini. Dia punya gambar di belakang bajunya," sambungnya.
Di tengah obrolan itu, terduga pelaku berpura-pura merasa gerah. Ia kemudian membuka baju dan membalik bagian yang terdapat sablonan. Setelah itu, pelaku berusaha menunjukkan diri seolah-olah hendak menolong. Ia mempertanyakan bagaimana saksi bisa melihat ciri-ciri pelaku jika lampu di dalam rumah dalam kondisi gelap.
Kecurigaan sang kakak semakin besar. Sebab, hanya satu orang yang mengetahui kondisi listrik di rumahnya padam, sementara lampu sorot di sekeliling rumah masih menyala.
"Saya makin yakin. Karena cuma dia yang tahu kalau sakelar listrik dalam kondisi mati," ujarnya.
Tidak berselang lama, ibu korban tiba. Ayah korban kemudian menyusul dan mulai terpancing emosi karena mengetahui anaknya diduga hendak diperkosa.
Ibu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada suami Ketua RT. Setelah tiba, sang kakak perlahan menyampaikan kesaksiannya mengenai orang yang diduga sebagai pelaku.
Tiba-tiba, terduga pelaku yang berada di antara orang-orang yang datang untuk menolong mulai perlahan meninggalkan kerumunan. Tak lama kemudian, terdengar suara sepeda motor meninggalkan lokasi. Rupanya, orang tersebut diduga merupakan pelaku yang melarikan diri.
"Pelakunya itu kabur. Saya lihat jelas. Ayah emosi, langsung mengejar, tapi tidak dapat orang itu," terangnya.
Atas kejadian tersebut, ibu korban melaporkannya kepada pihak berwajib. Ia mengaku anaknya mengalami trauma berat setelah insiden tersebut.
Korban disebut lebih banyak melamun dan tidak mau berbicara. Bahkan, saat berada di tengah keramaian, korban lebih memilih menyendiri.
Namun, setelah dua bulan berlalu, kasus ini disebut belum menemukan titik terang. Ibu korban menilai terduga pelaku masih bebas, meski korban telah dimintai keterangan, sejumlah saksi telah diperiksa, dan korban telah menjalani visum.
"Yang kami sesalkan, kenapa pelaku dibiarkan bebas. Anak saya trauma. Saya hanya perlu kepastian hukum," sambungnya.
Klik Kaltim berusaha mengonfirmasi Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya. Namun, pesan singkat yang dikirimkan awak media belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: