•   12 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

PT IMM Fasilitasi Peluncuran 4 Buku Karya FLP, Cerita Rakyat dengan Kearifan Lokal

Bontang - M Rifki
12 Januari 2026
 
PT IMM Fasilitasi Peluncuran 4 Buku Karya FLP, Cerita Rakyat dengan Kearifan Lokal Foto bersama di sela peluncuran buku yang digelar di Auditorium 3 Dimensi, Minggu (11/1/2026).

PT IMM Fasilitasi Peluncuran 4 Buku Karya FLP, Cerita Rakyat dengan Kearifan Lokal

BONTANG – PT Indominco Mandiri (IMM) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan potensi literasi masyarakat Kota Bontang dengan mendukung penerbitan empat buku karya Forum Lingkar Pena (FLP). Peluncuran buku tersebut digelar di Auditorium 3 Dimensi, Minggu (11/1/2026).

Empat buku tersebut merupakan hasil dari kelas literasi yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Proses pembelajaran dan penulisan dilakukan secara daring hingga akhirnya melahirkan karya yang siap diterbitkan dan dibaca oleh masyarakat luas.

Ketua FLP Bontang, Kartini Hilamtunida, mengatakan karya-karya tersebut ditulis oleh anak-anak muda yang inspiratif. Setiap naskah telah melalui proses kurasi dan penyuntingan sebelum dinyatakan layak terbit.

“Literasi adalah jembatan untuk memperoleh ilmu. FLP Bontang hadir sejak 2023 dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT IMM yang secara konsisten mendampingi kegiatan literasi,” ujar Kartini.

Menurutnya, buku merupakan fondasi peradaban manusia dan menjadi penghubung antara generasi masa kini dan generasi mendatang. Salah satu buku yang diluncurkan berjudul “Karya Cerita Rakyat dan Cerita Anak Bontang”, ditulis oleh 14 penulis dengan latar pengalaman dan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

“Di dalamnya ada cerita-cerita yang melekat dengan aktivitas masyarakat, seperti legenda Pulau Beras Basah. Karya ini bisa menjadi catatan berharga bagi generasi Bontang hingga 20 tahun ke depan,” jelasnya.

Buku kedua berjudul “Cahaya dari Desa”, yang mengisahkan anak-anak desa dalam mengembangkan potensi diri dan wilayahnya, dengan pendidikan sebagai pilar utama kehidupan bermasyarakat.

Buku ketiga, “Nyala di Bumi Etam”, menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan Timur dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.

Sementara buku keempat berjudul “Mandik Usah Ngelahiin Urang”, yang berarti “jangan saling menyalahkan”. Buku ini ditujukan bagi anak sekolah dasar dengan pesan penting tentang pendidikan dan anti-perundungan.

“Komunitas FLP adalah rumah bagi para penulis. Menulis adalah cara merawat ingatan. Alhamdulillah, kali ini empat buku kembali berhasil diluncurkan,” ungkap Kartini.

Komitmen PT Indominco Mandiri

HSEC PT IMM, Muhammad Ngirom Hudi, menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan literasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Tahun ini PT IMM juga berkontribusi dalam penerbitan buku Bertumbuh, Berdaya, dan Berkelanjutan. Kelas menulis akan terus dijalankan karena menulis adalah kontribusi nyata dalam pembangunan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” ujar Ngirom.

Ia menambahkan, PT IMM menempatkan dunia pendidikan sebagai salah satu fokus utama program CSR perusahaan.

Dukungan Pemkot Bontang

Pemerintah Kota Bontang turut mengapresiasi penerbitan empat buku tersebut. Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Pemkot Bontang, Lukman, menilai karya literasi ini memiliki nilai strategis bagi pembangunan sumber daya manusia.

“Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Setiap karya yang ditulis diharapkan menjadi amal ibadah bagi penulisnya,” ucap Lukman.

Ia menambahkan, keempat buku tersebut mengangkat kearifan lokal dari berbagai daerah, seperti Kota Bontang, Kutai Kartanegara, dan wilayah lainnya. Dengan keberagaman suku dan budaya yang dimiliki Bontang, banyak cerita lokal yang dapat diangkat dan diwariskan melalui tulisan.

“Alhamdulillah PT IMM berkomitmen menjalankan program CSR di bidang pendidikan. Buku-buku ini akan memberi manfaat besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR