Pool Bus di Tengah Kota, PT Bagong Bantah Kecelakaan Maut di Tanjung Laut karena Kelalaian Supir
Pool bus PT Bagong Dekaka Makmur di Tanjung Laut.
BONTANG - PT Bagong Dekaka Makmur membantah tudingan bahwa insiden kecelakaan maut di Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Tanjung Laut Indah Jumat (24/7) malam akibat kelalaian supir.
Perwakilan PT Bagong Dekaka Makmur, Firman mengatakan perusahaan telah melakukan pemeriksaan internal atas insiden tersebut dan menilai sang supir tidak melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden ini terjadi pada saat bus yang datang dari arah Masjid Agung Al-hijrah hendak memutar di depan hotel musyafir. Saat itu supir telah memastikan bahwa kondisi lalu lintas aman untuk bermanuver. Salah satu indikasinya, 6 pemotor telah berhenti dan menunggu truk memutar.
Namun tiba-tiba dari arah yang sama datang pemotor berboncengan dengan kecepatan tinggi. Pemotor menabrak bagian depan bus yang saat itu sudah dalam posisi bermanuver. Hasil pemeriksaan ini diperkuat dengan bukti rekaman CCTV.
"Supir sudah kami gali keterangannya. Posisi dia benar. Mau putar balik dan sudah melihat motor lain berhenti. Terus yang motor korban ini memang melaju kencang dari simpang 4. Baru dia menyeruduk bis yang sudah di posisi seberang," ucap Firman.
Dari keterangan sang supir, pemotor berboncengan itu juga tidak menggunakan helm. Bahkan di sekitar lokasi tidak ada tanda pengereman dari motor tersebut.
"Kami juga dampingin kepolisian saat melakukan olah TKP. Memang benar posisi bus tidak salah. Tapi kami serahkan saja ke aparat penegak hukum bagaimana kepastiannya," sambungnya.
Perusahaan juga telah berkomunikasi ke pihak keluarga korban. Bahkan menyampaikan bela sungkawa atas insiden yang menimpa pemotor tersebut.
"Kami berikan juga tali asih sebagai bentuk duka cita. Masalah ini kami harap bisa selesai secara kekeluargaan," ucapnya.
Terkait persoalan bus karyawan yang beroperasi di tengah kota, dia mengatakan bahwa pool bus milik perusahaan tersebut memang berada di Tanjung Laut. Tepatnya di seberang Masjid Agung Al-Hijrah. Sebelum insiden terjadi, supir sempat menurunkan karyawan tak jauh dari TKP dan selanjutnya hendak memutar untuk menuju pool.
PT Bagong Klaim Supir Sudah Periksa Kesehatan
Sebagai perusahaan transportir PT Bagong juga rutin menggelar tes kesehatan menyeluruh kepada driver atau supir mereka. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi supir sehat.
Setiap di jalan tengah kota para supir diminta menjaga kecepatan maksimal di bawah 60 kilometer per jam. Saat mobilitas lalu lintas padat bahkan para supir diminta untuk tidak ugal-ugalan.
Firman juga menerangkan sebelum supir melakukan penjemputan atau pengangkutan pekerja terlebih dahulu harus berjalan pelan. Radius 15 meter sebelum berhenti supir wajib menyalakan lampu sent.
"Itu prioritas bagi kami menjaga kesehatan driver. Sistem kerja mereka juga 8 jam. Tidak pernah lebih," pungkasnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: