•   05 November 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pencemaran Limbah Diduga Pemicu Ikan Mati Massal di Bontang, Pemkot Uji Laboratorium

Bontang - M Rifki
05 November 2026
 
Pencemaran Limbah Diduga Pemicu Ikan Mati Massal di Bontang, Pemkot Uji Laboratorium Tim DKP3 mengambil sampel air di perairan Bontang yang diduga menyebabkan ikan mabuk dan mati (Ist).

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) akhirnya mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah di perairan Bontang. Pengambilan sampel dilakukan menyusul keluhan nelayan setelah ratusan ikan mati mendadak pada Selasa (3/11/2026).

Kepala Bidang Perikanan DKP3, Syamsu Wardi, mengatakan setidaknya ada empat titik pengambilan sampel oleh tim, termasuk di perairan Selambai, Kelurahan Loktuan.

Proses pengambilan sampel tidak hanya dilakukan terhadap air. Tim juga mengambil sampel ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium. Proses penelitian membutuhkan waktu tiga hari hingga maksimal sepekan ke depan.

"Sudah kami ambil sampel. Mudah-mudahan besok bisa keluar. Atau sepekan ke depan. Kami tindak lanjuti semua keluhan nelayan," ucap Syamsu Wardi.

Lebih lanjut, Syamsu Wardi mengatakan kejadian ini diklaim bukan yang pertama kali terjadi. Sebab, beberapa waktu sebelumnya keluhan serupa juga sempat muncul.

"Kalau hasil sudah keluar, kami akan identifikasi dan nanti diinformasikan. Apakah memang disebabkan limbah atau faktor cuaca," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, warga RT 01 Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, dikejutkan dengan insiden ikan di dalam keramba yang mabuk dan mati mendadak pada Selasa (3/11/2026) petang.

Insiden itu menimpa 11 anggota Kelompok Budidaya Ikan Biru Pesisir di Loktuan. Ketua kelompok, Ardi, menyampaikan bahwa ikan diduga mabuk dan mati massal akibat kondisi air laut yang tiba-tiba menghitam dan berbusa.

Bahkan, fenomena itu terjadi di 17 keramba milik nelayan setempat. Ikan yang berada di lautan lepas pun turut mengalami hal serupa.

"Warga banyak menyerok ikan yang mati. Airnya berwarna cokelat kehitaman dan berbusa. Mungkin itu yang membuat ikan mabuk dan akhirnya mati," ucap Ardi. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR