Pemkot Tetapkan Pembangunan RSUD Tipe D Masuk Prioritas 2027; Dianggarkan Rp 46 Miliar
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni (Klik Kaltim).
BONTANG - Pemkot memperjuangkan lanjutan pembangunan proyek Rumah Sakit Tipe D di tahun anggaran 2027 nanti. Kendati keuangan daerah kritis namun urusan kesehatan ini masuk dalam prioritas Pemkot Bontang.
RSUD Taman Sehat Tipe C di Jalan Ahmad Yani sudah sedari lama terkatung-katung karena persyaratan yang belum memadai. Seharusnya, lanjutan proyek ini dikerjakan tahun anggaran 2026 hanya saja akibat kesalahan adminsitrasi harus ditunda.
Untuk pembangunan proyek ini anggaran yang ditaksir menghabiskan Rp 46 miliar.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, memfungsikan RS Tipe D merupakan cita-citanya sejak lama. Menurut Neni, RS Tipe D akan sangat bermanfaat bagi warga.
Sebab, keberadaan rumah sakit tersebut bisa mengurai kepadatan RSUD Taman Husada yang saat ini sudah mencapai 85 persen Bed Occupancy Rate (BOR). Alokasi anggaran ini juga telah termasuk untuk meremajakan sejumlah alat kesehatan.
Begitu juga dengan fasilitas lain untuk merenovasi bangunan dasar. Misalnya, membangun gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan membuat tangga penghubung.
"InsyaAllah RS Tipe D di Jalan Ahmad Yani tahun depan direvitalisasi. Kemudian 2028 bisa digunakan. Ini sudah jadi prioritas," ucap Neni.
Diketahui, revitalisasi RS Tipe D rupanya sudah direncanakan sejak 2026 ini. Bahkan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah memplot anggaran jumbo Rp46 miliar.
Tetapi faktanya, proyek besar itu belum bisa dijalankan. Alasannya karena dokumen UKL-UPL dan Andalalinnya masih belum rampung dikerjakan.
Kesalahan penyusunan dokumen dan pembangunan fisik di tahun yang sama menjadi faktor perbaikan harus ditunda hingga 2027 mendatang.
"Itu kesalahan yang harus jadi pembelajaran. Yang lalu biarlah berlalu. Ini kita fokus, mudah-mudahan tidak batal lagi," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: