•   04 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pembatasan Antar Jemput Siswa Vidatra Tak Lagi Picu Penolakan, Sekolah Siapkan Bus

Bontang - M Rifki
03 Oktober 2026
 
Pembatasan Antar Jemput Siswa Vidatra Tak Lagi Picu Penolakan, Sekolah Siapkan Bus Rapat evaluasi pembatasan pengantaran siswa antara pihak sekolah Vidatra dan wali murid.

BONTANG - Sistem pengaturan antar jemput anak sekolah di Yayasan Vidatra yang bertempat di kompleks industri Badak LNG akhirnya berlangsung tanpa polemik.

Ketua Umum Yayasan Vidatra Randy Aria Putra mengatakan telah mengumpulkan seluruh wali murid untuk melakukan evaluasi atas insiden yang sempat terjadi pada hari pertama pemberlakuan pengantaran anak.

Hasilnya, pada Senin (28/9/2026) lalu, insiden tersebut murni terjadi karena miskomunikasi. Pihak Yayasan juga langsung bergerak cepat untuk memastikan kejadian tersebut tidak lagi terulang.

Setelah empat hari berjalan, aktivitas antar jemput anak sekolah berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Para wali murid dengan tertib mengantar dan menjemput anak dengan pemantauan ketat.

"Sudah clear dan aman. Tidak ada lagi kesalahpahaman. Kemarin situasi krodit hanya karena miskomunikasi," ucap Ketua Umum Yayasan Vidatra Randy Aria Putra.

Lebih lanjut, pihak Yayasan Vidatra juga menyiapkan bus khusus untuk para peserta didik SMP dan SMA. Wali murid hanya cukup mengantarkan anak ke pos pengamanan. Kemudian, dari pos pengamanan sang anak akan diangkut untuk diantar sampai ke depan gerbang masuk sekolah.

"Itu untuk opsional. Apalagi untuk SMP dan SMA karena jauh, jadi kami siapkan bus," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, wali murid SD Yayasan Vidatra PT Badak LNG memprotes kebijakan pelarangan kendaraan masuk ke lingkungan sekolah pada Senin (28/9/2026) pagi. Kebijakan ini dianggap diskriminatif bagi warga nonkaryawan Badak LNG. (*)

Keluhan warga ini disuarakan oleh wali murid, Ling. Dalam unggahan media sosialnya, ia mengeluhkan sang anak harus berjalan cukup jauh untuk menuju ruang kelas. Sebab, kendaraan yang dibawa dilarang masuk oleh petugas keamanan.

Setelah muncul polemik, Yayasan Vidatra mengeluarkan edaran baru. Untuk rute pengantaran, para wali murid bisa mengakses jalur Pos dekat SD Vidatra, samping gereja. Kemudian, untuk jam pulang bisa mengakses jalur PC 6C.

Kemudian, wali murid yang tinggal di sekitar Berbas bisa mengakses pintu masuk di Security Kampung Baru. Untuk keluar, kendaraan tetap disentralisasi di PC 6C.

"Untuk penitipan KTP masih tentatif. Kami juga mendengarkan kritik yang dilayangkan. Mudah-mudahan hari ini berjalan lancar," ucap Randy.






TINGGALKAN KOMENTAR