Jumlah KDRT Meningkat di Bontang, Didominasi Kasus Selingkuh Hingga Pasangan Posesif

Bontang - Asriani
18 September 2020
Jumlah KDRT Meningkat di Bontang, Didominasi Kasus Selingkuh Hingga Pasangan Posesif Ilustrasi KDRT/int

KLIKKALTIM.COM -- Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bontang mencatat jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) meningkat drastis tahun ini.

Dari data P3A jumlah kasus KDRT selama 8 bulan terakhir sebanyak 53 kasus.

Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang pada 2019 lalu yang berjumlah 37 kasus saja kurun 1 tahun.

Masih dari data P3A, kasus tertinggi KDRT kepada korban berupa kekerasan dalam bentuk psikis.

Kekerasan psikis yang dialami berbagai macam. Salah satunya, hadirnya orang ketiga di dalam rumah tangga.

Kehadiran wanita idaman lain di rumah tangga pasangan suami istri merupakan bentuk kekerasan psikis terhadap sang istri.

"Perselingkuhan dan perbuatan tidak menyenangkan termasuk KDRT," ujar Aulia, Staf PP dan Tim Satgas PPA Bontang kepada Klik Kaltim, Jumat (18/9/2020).

Di samping itu, perilaku pria yang terlalu mengekang istri juga dinilai bentuk kekerasan psikis.

Semisal, larangan terhadap seorang istri untuk bekerja dan meniti karir tanpa alasan penting. Hingga, tidak menafkahi istri sesuai kebutuhannya juga masuk dalam kategori KDRT.

"Membatasi pasangan untuk berkarya pun termasuk kategori kekerasan dalam hal ekonomi," ungkapnya.

Untuk menyadarkan perempuan. Pihaknya rajin melakukan sosialisasi terkait KDRT, khususnya di daerah pesisir.

Petugas rutin mengedukasi tentang kesiapan membangun rumah tangga, kesiapan ekonomi, hingga sikap bijak mengatasi persoalan di dalam rumah tangga.

TINGGALKAN KOMENTAR