Jumlah Kapal Nelayan 400 Unit; Pemkot Bontang Tak Sanggup Penuhi Permintaan, Minta Tambahan Kuota Solar
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Syamsu Wardi (Klik Kaltim).
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengusulkan kuota tambahan solar subsidi bagi nelayan yang dijual melalui SPBN Tanjung Limau.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan kuota yang tersedia per bulan saat ini rupanya belum cukup memenuhi tingginya permintaan para nelayan.
Dari catatan DKP3, total ada 400 kapal nelayan yang berhak membeli BBM subsidi jenis solar. Sementara kuota bulanan yang disiapkan hanya 192 kiloliter (KL). Jika dibagi per hari, hanya mendapatkan alokasi 6,4 KL.
Kendati demikian, biasanya Pertamina mengirimkan pasokan paling tidak 8 KL atau hingga 16 KL. Sementara kebutuhan yang diminta melebihi jumlah tersebut. Idealnya kebutuhan per bulan untik nelayan di Bontang bisa sampai 300 Kilo Liter.
"Bayangkan saja kemarin karena ada 3 hari pasokan tidak dikirim, kebutuhan sampai 28 KL. Terus masuk 8 ton hanya meng-cover sedikit nelayan. Masih minus 20 KL. Berkurang lagi setelah Minggu menjual 8 KL. Ini kami akan ajukan kuota tambahan," ucap Syamsu Wardi.
Lebih lanjut, untuk alur permintaan penambahan kuota, DKP3 akan bersurat ke Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah. Kemudian, mereka akan meminta kuota tambahan kepada Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM.
Kendati demikian, DKP3 akan merampungkan jumlah data pasti kapal nelayan yang dinilai berhak mendapatkan alokasi BBM subsidi. Agar distribusi bisa tepat sasaran dan tidak mengganggu pasokan ikan di Kota Bontang.
DKP3 diketahui mencatat alokasi SPBN hanya sekitar 192 KL per bulan. Jika diakumulasi setahun, jatah nelayan hanya 2.304 KL.
"Kami masih berjuang terus. Kalau barang subsidi ini memang rumit mengelola. Apalagi kami hanya sebagai pengambil kebijakan rekomendasi. Kalau tidak ada itu, nelayan tak dapat BBM solar," tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Bontang Arif Rochman telah mengirimkan surat permintaan tambahan kuota BBM subsidi pada Juli 2026 lalu.
Hanya saja, surat itu masih akan ditindaklanjuti. Mengingat pada semester I, distribusi BBM subsidi jenis solar, baik untuk masyarakat umum maupun nelayan, sudah terdistribusi sebanyak 8.272 KL.
"Kami sudah kirim. Tapi masih menunggu juga. Alokasi total solar subsidi kita itu 17.187 KL. Sudah 50 persen terdistribusi," ucapnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: