Gedung Uji KIR Butuh Rp 26 Miliar, Dewan Minta Percepat Pembangunan
Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina/Sadam
KLIKKALTIM.COM - Pembangunan gedung uji KIR di Dinas Perbuhubungan (Dishub) Bontang membutuhkan dana segar Rp 26 miliar.
Anggaran itu untuk keperluan pembangunan gedung dan pengadaan alat uji KIR.
Kepala Dinas Perhubungan Kamilan mengatakan, pihaknya telah menyediakan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) untuk pembangunan gedung ujir KIR.
"Tinggal menunggu anggaran pembangunan," ungkapnya.
Rencana Anggaran Biaya pembangunan berkisar Rp 21,5 miliar dan untuk pengadaan alat sekitar Rp 4,7 miliar. Sehingga total untuk gedung uji KIR sebanyak Rp 26,2 miliar.
Kamilan melanjutkan, apabila bangunan gedung uji KIR dilakukan pada tahun 2022.
Maka besar kemungkinan pelayanan uji KIR bisa berjalan pada awal tahun 2023. "Itu yang kami analisis," ucapnya kembali.
Menanggapi itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina meminta agar pembangunan segera dilakukan.
Menurut Amir, kehadiran uji KIR di Bontang bisa memberikan pelayanan prima bagi pemilik kendaraan.
Di samping itu, daerah bisa memungut retribusi dari aktivitas uji KIR di Bontang.
"Uji KIR ini sangat penting sekali," ucapnya kepada media, Selasa (13/4/21).
Ditambahkan, Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal menyebutkan pembangunan gedung uji KIR di Bontang sangat membantu masyarakat.
Lantaran, masyarakat mengeluhkan harus ke luar daerah untuk lakukan uji kir kendaraannya.
"Banyak dikeluarkan biaya kalau ke luar Bontang untuk urus kir," ungkapnya kepada media ini, Selasa (13/4/21).
Pun gedung untuk pembangunan uji kir sudah memiliki lahan. Yang wacananya berada di kelurahan Lok Tuan, Bontang Utara.
Namun, yang menjadi kendala saat ini, luas lahan uji kir yang diperlukan minimal 1.5 hektar. Sementara, luas lahan yang tersedia di Lok Tuan hanya 0.8 hektar.
"Kita harus memastikan dulu dari kementrian perhubungan sudah memenuhi kewajiban, karena luasnya tidak mencapai satu hektar," tambahnya.
Apabila memenuhi standar dari luas lahan yang tersedia 0.8 hektar itu. Maka, pihaknya bakal terus mendorong pemerintah agar mendirikan bangunan gedung uji KIR.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: