Boyong 6 Emas di Kejurnas, Atlet Bontang Biayai Akomodasi Hasil Iuran; Kadisporapar : Tidak Ada Info ke Kami
Kepala Disporapar-Ekraf Eko Mashudi (Klik Kaltim).
BONTANG- Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf) angkat bicara terkait adanya atlet berangkat tanpa dukungan biaya dari Pemerintah Kota Bontang.
Kepala Disporapar-Ekraf Bontang Eko Mashudi mengaku tak menerima informasi adanya atlet cabang olahraga Pencak Silat yang berlaga di Kejuaraan Nasional di Balikpapan.
Menurut Eko, seharusnya mereka bisa melaporkan kegiatan itu jauh-jauh hari sebelum berangkat. Kendati dinas tak memiliki anggaran, namun pihaknya bisa swadaya di lingkungan Disporapar-Ekraf untuk membantu pembiayaan.
"Jadi tidak luput. Karena memang informasi itu tidak sampai ke kami. Apalagi ke induk IPSInya juga tidak ada informasi," ucap Eko Mashudi.
Kendati demikian Disporapar-Ekraf tetap mengapresiasi prestasi yang diraih. Itu merupakan modal yang kuat untuk menjaring banyak atlet potensial di Kota Bontang.
Siapkan Lokasi Latihan
Terkait sarana latihan, Disporapar-Ekraf menyiapkan lapangan khusus di belakang halaman kantornya. Bahkan bisa digunakan sesuai dengan jadwal yang diberikan.
"Kami itu terbuka loh. Semua fasilitas olahraga bisa dipakai. Tinggal atur jadwalnya saja," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 6 pelajar Bontang berhasil memboyong mendali di Kejuraan Nasional (Kejurnas) di Balikpapan. Mendali yang diraih diantaranya 6 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Para atlet ini menumpang nama perguruan SD Negeri 013 Bontang Selatan. Namun, mereka merupakan pelajar Sekolah Dasar dan SMP di Bontang.
Capaian ini menjadi perjuangan bagi ke-6 atlet, sebab mereka tak menerima akomodasi dari pemerintah untuk mengikuti ajang ini.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: