•   12 February 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Banjir di Bontang Justru Makin Meluas, Rendam 126 Hektar di 2025, Ini Pemicunya!

Bontang - M Rifki
12 Februari 2026
 
Banjir di Bontang Justru Makin Meluas, Rendam 126 Hektar di 2025, Ini Pemicunya! Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Api-Api. (Dok)

BONTANG – Tren luasan banjir di Kota Bontang mengalami peningkatan dari 2024 ke 2025. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) mencatat, pada 2025 banjir merendam wilayah seluas 126,31 hektare.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang tercatat seluas 106,83 hektare.

Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, mengatakan peningkatan luasan banjir pada 2025 dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Intensitas hujan pada akhir 2025 meningkat drastis, berbeda dengan 2024 yang didominasi musim kemarau ekstrem.

“Kalau dibandingkan periodik setahun memang meningkat. Tapi kalau dilihat tren sejak 2019, justru menurun drastis. Faktor 2025 kemarin karena hujan cukup deras,” ujar Syahruddin kepada Klik Kaltim.

Tren Menurun

Banjir terbesar di Bontang tercatat terjadi pada 2019 dengan luasan genangan mencapai 515 hektare. Setelah itu trennya terus menurun, yakni 353 hektare pada 2021, kemudian 283 hektare pada 2022.

Pada 2023 kembali turun menjadi 190 hektare, lalu menyusut lagi menjadi 106 hektare pada 2024. Namun pada 2025, luasan kembali naik menjadi 126 hektare.

Menurut Syahruddin, kenaikan pada 2025 juga disebabkan belum tuntasnya program penurapan. Volume air yang lebih tinggi menyebabkan genangan merembet ke kawasan permukiman baru.

“Paling parah memang di Kelurahan Api-Api, karena berada di tengah kota. Air antre untuk sampai ke laut,” tambahnya.

Memasuki 2026, Bapperida tetap memprioritaskan program penanggulangan banjir. Beberapa rencana yang akan dilanjutkan antara lain pembangunan Polder Tanjung Laut, revitalisasi Danau Kanaan, serta pemanfaatan bendung di Kampung Masdarling.

Namun, alokasi anggaran tahun ini tidak sebesar tahun sebelumnya karena mengalami penurunan. Salah satunya terlihat dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk Pemkot Bontang yang pada 2026 turun signifikan. Tahun ini, Bontang hanya menerima alokasi sebesar Rp88 miliar.






TINGGALKAN KOMENTAR