Anggaran Pro RT Plus Tahun Depan Dihapus; Infrastruktur RT Dialihkan ke Kelurahan
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni (Klik Kaltim).
BONTANG- Asumsi penerimaan daerah yang diprediksi jeblos di tahun 2027 berimbas ke sejumlah program Pemkot Bontang. Salah satu program yang terdampak yakni Pro RT Plus Rp 200 juta harus dihapuskan tahun depan.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan asumsi APBD 2027 hanya di angka Rp1,5 Triliun. Dengan anggaran itu, sulit membiayai kegiatan seperti Pro RT Plus.
Kendati demikian program pembangunan infrastruktur RT akan disentralkan ke Kelurahan. Sebab dalam mandatory spending kewajiban dana Kelurahan tetap ada sekitar 5 persen.
Perhitungan alokasi dana Kelurahan pada 2027 hanya Rp75 miliar. Alokasi itu dipangkas lagi untuk gaji RT dan perangkatnya senilai Rp4 juta per bulan. Diakumulasi untuk 499 RT gaji mereka saja menghabiskan Rp24 miliar.
"Sudah tidak bisa dijalankan. Dana pembangunan Kelurahan aja yang dimaksimalkan. Sama juga program yang ada di OPD seperti PUPR dan Perkim," ucap Neni Moernaeni.
Rupanya kontraksi APBD terhadap realisasi Program Pro RT Plus sudah mulai berdampak pada 2026 ini. Setiap RT hanya mendapatkan Rp30 juta atau setara dengan Rp14,9 miliar.
Anggaran itu pun digunakan RT untuk nfrastruktur yang mendesak. Neni bilang dana itu diminta untuk pertanggungjawaban secara transparan.
"Kalau tahun depan fokusnya di infrastruktur wilayah. Kalau tenda atau kursi sudah lah nanti dulu," sambungnya.
Beberapa program mercusuar Pemkot Bontang bahkan sudah di pangkas di 2026. Seperti proyek Multiyears Contract waduk Kanaan terpaksa dicoret. Karena daerah tidak bisa gegabah untuk menjalankan proyek sementara keuangan sedang defisit.
Total 2026 ini ada Rp150 miliar yang musti dipangkas. Karena ada perhitungan asumsi pendapatan daerah Bontang meleset dari target.
Dengan kondisi itu pemerintah mengocok ulang sejumlah belanja daerah di tahun anggaran 2026 ini. Kebijakan ini untuk menambal kekurangan uang yang diterima dari dana transfer pusat.
"Sudah beberapa program yang di rasionalisasi," tuturnya,
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: