100 ASN Disdikbud Pensiun Tahun Depan, Tak Bisa Angkat Honorer, Bontang Terancam Krisis Guru
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.
BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali mewaspadai potensi krisis guru pada tahun 2026. Pasalnya, sekitar 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Disdikbud dijadwalkan memasuki masa pensiun.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebutkan bahwa ratusan ASN tersebut terdiri dari tenaga administrasi, pendamping, hingga tenaga pengajar. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kekurangan guru di banyak satuan pendidikan.
“Saat ini kami masih melakukan penghitungan kebutuhan guru untuk mengisi kuota yang kosong. Tahun depan jumlah pensiun cukup banyak, sehingga dampaknya besar bagi layanan pendidikan,” jelas Safa, Jumat (28/11/2025).
Ia menambahkan, Pemkot Bontang tidak bisa menambah tenaga honorer baru karena aturan nasional sudah melarang perekrutan tenaga non-ASN. Sementara itu, proses pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena kuota terbatas.
“Kuota PPPK terbatas, sementara kebutuhan besar. Itulah yang membuat situasi semakin sulit,” ujarnya.
.jpeg)
Keterbatasan tenaga guru selama ini membuat sejumlah guru harus merangkap mengajar mata pelajaran lain. Misalnya, guru Pendidikan Agama terpaksa mengisi kekosongan mata pelajaran yang tidak memiliki pengajar.
“Situasi ini memang berat. Karena itu perlu intervensi lebih dari pemerintah agar krisis guru tidak kembali terjadi,” tegasnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: