Kisah Bahtiar Jadi Guru 37 Tahun, Sukses Melahirkan Generasi 'Emas' di Bontang

Profil - Asriani
12 Oktober 2020
Kisah Bahtiar Jadi Guru 37 Tahun, Sukses Melahirkan Generasi 'Emas' di Bontang Bahtiar, S.Sos kini menjabat sebagai Kepala Sekolah YPPI. Sumbangsihnya bagi Bontang tak ternilai, dari tangan dinginya ia sudah mencetak sejumlah generasi emas sekarang.

KLIKKALTIM.COM -- Tepat hari ini 21 tahun lalu Departemen Dalam Negeri (Depdagri)-kala itu- menetapkan Kota Bontang menjadi wilayah otonomi baru. 

Tak lagi terafiliasi dengan Kabupaten Kutai. Kecamatan Bontang resmi berubah status menjadi kota madya. 

Di hari jadi ini Pemkot Bontang, KLIK KALTIM mengulas peran tokoh, orang-orang yang berjasa bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bontang. 

Jumlah mereka banyak. Namun, kali ini KLIKKALTIM memilih untuk mengulas kisah seorang guru swasta yang berjasa bagi pembangunan SDM. 

Namanya, Bahtiar. Usianya kini tak muda lagi. Sudah lebih separuh abad. Hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan mengabdi. Mendidik para generasi yang melahirkan orang-orang hebat di Bontang. 

Bahtiar kali pertama mengampu di SMP YPPI Bontang. Pria kelahiran Mamuju, 1962 ini merintis karirnya sebagai guru saat berusia 21 tahun. 

Berbekal pendidikan diploma I ia mulai mengajar di sekolah menengah pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus guru Pendidikan Jasmani. 

"Saat itu Bontang masih Kecamatan, yang ada dua desa. Desa Tanjung Laut dan Bontang Baru," kenang Bahtiar kepada KLIKKALTIM. 

Upah yang ia terima dari mengajar di SMP YPPI masih Rp 5 ribu rupiah. Tentunya saat itu, inflasi belum gila-gilanya seperti sekarang. 

Sebagai guru honorer ia tekun menjalani profesinya. 'Oemar bakri' ini pun terus mengasah kemampuanya. 

Warsa 2000an ayah 4 anak ini melanjutkan pendidikan Sarjana-nya. Ditengah kesibukannya sebagai guru ia terus meningkatkan kualitasnya. Kuliah jarak jauh ia lakoni. Kendati, pertemuan tatap muka hanya sekilas. Dosen asal Surabaya tak rutin ke Bontang.  

Perjuanganya 4 tahun dibayar lunas. Bahtiar mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Sosial pada 2004 silam. 

Bak gayung bersambut. Ijazah Sarjana miliknya turut meloloskan dalam seleksi sertifikasi guru angkatan pertama. Buah manisnya, ia berhak menerima upah bulanam Rp 1,5 juta. 

"Masalah rejeki masing-masing, yang penting usahanya," ujar pria yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah YPPI.

Upayanya tak henti. Memasuki 2011 Bahtiar mengikuti ujian penyetaraan. Alhasil, golongan jabatannya meningkat. Pun dengan pendapatannya menjadi Rp 3,5 juta per bulan-sampai sekarang

Ia mengatakan sebagai guru bukan gajinya, tapi sebagaimaana kita memerdekakan mereka.

Sebagai pengajar selama 37 tahun, Bahtiar pun merasa bangga. Karena beberapa muridnya pun sudah ada yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), bahkan sampai menjadi Kepala Dinas.

"Banyak, ada yang kerja di bank, jadi lurah, dan sekertaris kesehatan, ujarnya.

Biodata Bahtiar : 

Nama: Bahtiar, S.Sos

TTL : Mamuju, 20/12/1962

Alamat: Jalan Sutan Syahrir RT 28, Bontang Selatan

Pendidikan Terakhir: Strata 1 Tahun 2004

Mulai mengajar : Tahun 1983 S/d 2017

Menjabat Kepala Sekolah : Tahun 2002 s/d Sekarang

Tahun 2008: lolos sertifikasi guru tingkat pertama

Tahun 2011: lolos inpassing 

Hobby: Olahraga

Status: Menikah

Istri : Nur Alam

Anak: Empat

TINGGALKAN KOMENTAR