Aksi deklarasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Bontang yang digelar 8 Februari 2024 di Hotel Akbar/Ist-Klik Kaltim
Klarifikasi Polisi
Kepala Satuan Intelijen Polres Bontang AKP Yurizca Musiardillah tak membantah upaya intitusinya membendung gerakan narasi selamatkan demokrasi dengan memobilisasi mahasiswa di Bontang.
Yurizca beralasan, gerakan yang digaungkan sejumlah kampus di Indonesia dinilai berbahaya karena berpotensi memicu perpecahan.
“Karena kaca mata intelijen kami, gerakan yang mulai dari UGM atau di Jogja itu berbahaya,” ungkap perwira 3 balok ini saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (29/5/2024) petang.
Menurut mantan Kapolsek Bontang Selatan ini upaya yang dilakukan sudah tuntutan tugas dari institusi kepolisian. Segala bentuk potensi perpecahan sesegera mungkin harus dicegah agar tak meluas.
Disinggung soal biaya operasional untuk memobilisasi mahasiswa, Yurizca taka mengelak perihal itu. “Kalau ditanya seberapa penting mengapa harus keluar uang, saya rasa tak ada isu yang tak penting. Sudah menjadi tugas kami,” ungkapnya.
Media ini coba menghubungi nomor kontak mantan Kasat Intel Polres Bontang itu, hanya saja pesan yang dikirimkan tak dibaca hanya centang satu.
Hasil Pemilu
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka menang telak di wilayah Kalimantan Timur. Pasangan ini berhasil mengungguli 2 pasangan lainnya dengan perolehan suara 1,5 juta.
Keunggulan itu juga terjadi di Bontang, Prabowo-Gibran mengantongi 30 ribu suara disusul Pasangan nomor urut 01 Anies-Muhaimin 14 ribu suara kemudian di peringkat terakhir Ganjar-Mahfud dengan 5 ribu suara.
Perolehan suara Prabowo melesat dibandingkan saat Pemilu 2019 lalu. Kala itu, Prabowo – Sandi harus lapang dada memperoleh suara 870 ribu sedangkab pesaingnya Jokowi – Ma’ruf 1,05 juta suara.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: