Halo Matahari, Fenomena Lingkaran di sekitar Matahari Terjadi Akibat Bias Cahaya

KLIKKALTIM.COM -- Warga mendadak ramai memposting foto-foto fenomena matahari bercincin.
Beberapa grup whatsapp dan media sosial banyak foto matahari dengan lingkaran cahaya di sekitarnya.
Klik Kaltim mencoba menelusuri fenomena matahari dengan lingkaran ini. Dikutip dari lama Wikipedia, fenomena matahari cincin ini disebut Halo.
Ada juga yang menyebutnya nimbus, icebow atau gloriole.
Halo merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.
Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer.
Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.
Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian.
Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.
Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.
Secara sederhana fenomena halo tak berbeda halnya dengan proses kejadian pelangi.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: