Sejarah Lang-Lang, Bekas Kuburan & Lapangan Bola Kampung Sejak 1950an

History - Yayuk
01 Desember 2020
Sejarah Lang-Lang, Bekas Kuburan & Lapangan Bola Kampung  Sejak 1950an Lapangan Bessai Berinta atau biasa disebut lapangan lang-lang

KLIKKALTIM.COM - Lapangan Bessai Berinta atau biasa disebut lapangan lang-lang punya histori yang panjang. Pusat kebugaran di tengah kota Bontang ini disebut sudah berdiri sejak warsa 1950an.

Tak banyak masyarakat yang tau bagaimana sejarah asal muasal berdirinya lapangan Lang-lang yang sampai saat ini menjadi salah satu tempat olahraga favorit masyarakat Bontang.

Lapangan Lang-lang yang terletak di Jalan Aip II KS Tubun, Api-Api, Bontang Utara, Kota Bontang, ini  juga punya cerita mengapa akhirnya dinamai sebagai Lapangan Lang-lang.

Dari hasil wawancara narasumber, Jafar ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), Bontang Kuala menyebutkan, pada masa itu lapangan tersebut awalnya lebih dikenal dengan sebutan "Gunung Lalang".

Bermula sekitar tahun 1950an, Ia bersama Datu Aji Suhut, orang yang ditua kan pada masa itu dan bersama 30 orang rekannya gemar  bermain bola di Dusun Tanjung Mamat pada masa itu.

"Awalnya kita sering sekali main Bola dulu di Tanjung Mamat, itu dusun berpasir tapi padat, jadi disitu masyarakat bermain bola dan melakukan berbagai aktivitas, tapi karena lapangan tersebut sering terjadi banjir,kita inisiatif cari tempat lain," ujarnya.

Aji Suhut kemudian membuka lapangan tersebut yang sekarang dinamai lapangan Lang-lang, mengkoordinir 30 teman-temanya untuk membuat lapangan dan menamainya menjadi lapangan Gunung Lalang.

"Dulukan itu perbukitan dan banyak ilalang yang tumbuh di sana, nah Masyarakat dulu kan kalau lihat bukit tinggi sedikit dia sebut saja gunung, makanya kita namai lapangan gunung Lalang," paparnya.

"Jaman dulu kalau dia tidak ikut gotong royong dia tidak bisa main disitu," tambahnya.

Kemudian pada masa pemerintahan kota administratif yang pada saat itu dijabat oleh Muridin, pemerintah melakukan pembebasan lahan lapangan tersebut.

"Saat itu Pemerintahannya Pak Muridin, dia mengembalikan 30 kuburan yang ada di lapangan lang-lang itu ke Bontang kuala," ungkapnya

Kemudian pembangunan lapangan tersebut dilakukan oleh Perusahaan IKPT pada awal tahun 1999 sebagai kenang-kenangan dengan dana yang dihabiskan sekitar 1 Milyar. "Perusahaan IKPT dulu kan mau  berakhir, nah dia ingin membuat kenangan, setelah pembebasan lahan dia bangun lapangan itu dan diresmikan tahun 2000 kemudian di serahkan ke Pemerintah," bebernya.

Pun ia menjelaskan mengapa kini namanya berubah menjadi lapangan Lang-lang, lantaran kebiasaan orang-orang dari luar menyebutkan dengan Lang-lang.

"Karena kebiasaan orang luar pendatang, yang bukan asli Bontang, menyebutkan lapangan Lang-lang jadi sampai sekarang masyarakat ikut-ikutan nyebutnya Lang-lang, padahal aslinya itu Lalang," paparnya.

TINGGALKAN KOMENTAR