Kisah Lok Tuan; Berawal dari Perusahaan Kayu & Kota Romawi Kuno

History - Asriani
02 Desember 2020
Kisah Lok Tuan; Berawal dari Perusahaan Kayu & Kota Romawi Kuno Potret salah satu kios di Lok Tuan di era 1970an/Bontang Kreatif

KLIKKALTIM.COM - Lok Tuan sekarang menjadi kawasan terpadat di Bontang. Jumlah penduduknya paling tinggi saat ini. Daerah pesisir di Bontang Utara ini lahir dari sebuah komunitas kecil dulunya.

Dari cerita tetua, Lok Tuan berangkat dari kehadiran perusahaan kayu (logging). Dari nama Log itulah disebut-sebut awal mula nama Lok Tuan.

Jauh sebelum nama Lok Tuan disepakati, banyak sebutan bagi wilayah yang bertetangga dengan PT Pupuk Kaltim ini. Mulai dari nama Salona, Tanjung, dan Teluk yang artinya melengkung.

Salona sendiri merupakan ibu kota di jaman Romawi dulu. Entah bagaimana awal nama Salona disebut sebagai wilayah di Lok Tuan. Apakah warga saat itu menyamakan dengan kondisi Salona yang berada di teluk.

Klikkaltim.com merangkum cerita dari tokoh masyarakat di Lok Tuan, Tahir. Tahir menyebutkan, kelurahan ini dahulunya banyak memiliki nama daerah. "Sebenarnya antara Leluk Lempake dengan Teluk Kanibunga," katanya saat dijumpai di kediamannya.

Tetua di Kelurahan Lok Tuan- H Tahir 

Dijelaskannya, pada tahun 1969, banyak dari daerah yang saling berebut hak pengusaha hutan. Saat itu memang lagi tinggi-tingginya aktivitas logging (kayu gelondongan).

Warga Bontang khususnya di Lok Tuan merasa tidak mendapat kebagian ‘jatah’.  Akhirnya mereka sepakat membuat badan hukum bernama CV Rakyat.

Namun, hanya bisa membuat struktur kepengurusan dan tidak bisa mengelola kayunya. "Karena kayunya alat berat semua," ujarnya.

Kemudian, pada tahun 1971 perusahaan Jepang masuk ke Bontang, dan mendirikan perusahaan kayu. Di tahun itulah, warga Bontang ikut bekerjasama dengan perusahaan asing.

Masyarakat mulai bekerjasama dengan perusahaan pabrik kayu. Masyarakat pun memanggil orang Jepang dengan sebutan nama Tuan.

Perusahaan kayu itu sendiri berdiri selama lima tahun lamanya. "Hanya lebih lima tahun," imbuhnya.

Menurut Tahir, sejak ia berada di Lok Tuan hingaa saat ini. Penyebutan nama daerah Lok Tuan, berasal dari kata Log yang artinya kayu gelondongan. Sementara kata Tuan, masuknya orang jepang ke Bontang, dengan panggilan nama Tuan.

"Saya larikan (anggap)  kesitu aja, karena saya tanya orang Bontang itu tidak tau,"bebermya.

Ditambahnya sampai saat ini, apabila ia masih bertemu dengan orang terdahulu. Ia tetap mengebutkan nama daerah terlamanya. 

"Kalau ditanya orang lama yang masih hidup seperti mau ke mana, pasti dia bilang mau ke Salona atau mau ke Lempake," katanya lagi.

Dijelaskan Tahir, ia sempat bekerja di perusahaan kayu mas. Dan sepanjang Kalimantan dari hulu mahakam merupakan wilayah yang dikelilingi kayu semua.

Sementara itu, perihal pergantian nama daerah Lok Tuan ia pun tidak begitu tau. Karena pada saat penginputan data laporan, nama Lok Tuan sudah tertera. "Tanggal dan tahun berapa dibuat, itu langsung jadi nama Lok Tuan pada tahun 1971an,"katanya lagi.

*catatan ini minim literatur lantaran klikkaltim sulit untuk mendapatkan dokumentasi/catatan dan literatur tentang Lok Tuan.

TINGGALKAN KOMENTAR