•   24 March 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Satu Keluarga Korban Kebakaran di Bontang Bertahan di Sisa Puing Rumah; Tak Mampu Sewa Kontrakan Baru

Bontang - M Rifki
24 Maret 2026
 
Satu Keluarga Korban Kebakaran di Bontang Bertahan di Sisa Puing Rumah; Tak Mampu Sewa Kontrakan Baru Andriani korban kebakaran yang tetap memilih tinggal di sisa bangunan nyaris ambruk (Klik Kaltim). 

BONTANG- Satu keluarga korban kebakaran di Berebas Tengah memutuskan tetap bertahan di sisa-sisa bangunan rumah yang terbakar. 

Kondisi ini dialami Andriani (41) warga Jalan Veteran Gang Intan 1, RT 21 Kelurahan Berebas Tengah yang memilih tetap bertahan tinggal di bangunan sisa kebakaran yang terjadi pada Minggu (22/3) lalu. 

Andriani tinggal di bangunan kontrakan yang kondisinya memprihatinkan. Dia bertahan di ruang tamu berukuran 1,5 X 2 meter untuk tidur bersama suami dan 3 anaknya. Plafon rumah kayu itu pun sudah tak lagi kokoh. Bisa ambruk kapan saja. 

Genteng rumah yang bocor, tak menghiraukannya. Ia memilih bertahan di tengah keterbatasan karena tak punya uang untuk menyewa di tempat baru. 

Sang suami sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci mobil, pendapatan mereka hanya cukup untuk tinggal di rumah petak dengan biaya Rp 500 ribu per bulan. 

Sebenarnya, pemerintah telah menyediakan rumah singgah di Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru. Pun, Andriani telah bermalam di sana semalam. Namun, ia tak kerasan karena lingkungan barunya sepi dan jauh dari lokasi kerja sang suami. 

Saat kebakaran kemarin, ia hanya bisa menyelamatkan dokumen penting serta baju di badan. Sisanya barang berharganya ludes terbakar. 

"Saya sehari aja tinggal di Rumah Singgah. Tidak kerasan mas. Justru sedih kalau di sana. Jadi sudah 1 malam ini saya kembali ke kontrakan. Yah kondisinya memprihatinkan," ucap Andriani. 

Untuk bertahan hidup Andriani dibantu warga sekitar. Di posko kebakaran keluarganya dipasok makanan siap saji. Tetapi ada kendala yang dihadapi. 

Keluarganya hidup tanpa listrik di rumah itu. Untuk mengecas ponsel dirinya menumpang di rumah tetangga. Sedihnya Andriani tak berhenti sampai disitu. Uang tabungan Rp500 ribu ikut terbakar. 

"Uang itu persiapan untuk anak sekolah. Seragam saat ini pun belum ada karena semuanya terbakar. Baju sehari-hari juga kami dapat dari posko. Alhamdulillah masih banyak orang baik hati," sambungnya. 

Dirinya berharap ada bantuan yang bisa membantu meringankan beban keluarganya pasca insiden kebakaran. Paling tidak dibantu untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. 

Karena saat ini untuk mandi saja dirinya hanya memanfaatkan air sumur. Lebih memprihatinkan air sunur itu sudah mengeluarkan bau pasca insiden kebakaran. 

"Itu air sumur sudah bau mas. Tapi tetap kami pakai karena itu satu-satunya sumber," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, Musibah kebakaran di Jalan Veteran, Gang Intan, Kelurahan Berbas Tengah, Minggu (22/3/2026) mengakibatkan 12 rumah warga terdampak.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 4 bangunan terdampak, terdiri dari 2 bangunan bangsalan (masing-masing 4 pintu) dan 2 rumah pribadi, dengan total 10 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 30 jiwa. Dari jumlah tersebut, 4 KK atau 20 jiwa mengalami dampak langsung.

Kelurahan Berebas Tengah pun bergerak cepat. Mereka mambangun posko untuk menghimpun bantuan sosial dari masyarakat.






TINGGALKAN KOMENTAR