•   20 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Joni Kritik Pemkot Tak Siap Hadapi Bencana, Rogoh Kocek Pribadi Bantu Korban Longsor

Bontang - M Rifki
19 Januari 2026
 
Joni Kritik Pemkot Tak Siap Hadapi Bencana, Rogoh Kocek Pribadi Bantu Korban Longsor Joni Alla Padang (kanan) saat berada di lokasi banjir dan longsor di Kelurahan Kanaan. (Klik Kaltim)

BONTANG – Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kota Bontang yang dinilainya belum siap dalam menghadapi dan menangani bencana. Hal tersebut mencuat menyusul lambannya penanganan longsor yang terjadi di RT 01 Kelurahan Kanaan pada Kamis (15/1/2026).

Menurut Joni, insiden tersebut menjadi contoh nyata kurang sigapnya Pemkot Bontang dalam merespons kondisi darurat. Warga terdampak bahkan harus menunggu cukup lama hingga alat berat diterjunkan untuk membuat penahan aliran air bercampur lumpur dari lokasi longsoran.

“Saya turun langsung begitu mendapat kabar. Saya hubungi perangkat daerah, tapi jawabannya anggaran tidak ada,” ujar Joni kepada awak media.

Dalam kondisi mendesak tersebut, Joni mengaku terpaksa mengambil langkah cepat dengan menggunakan dana pribadi. Ia meminjam ekskavator mini milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan awal. Namun, kendala kembali muncul lantaran BPBD tidak memiliki mobil towing maupun anggaran bahan bakar untuk mengoperasikan alat tersebut.

“Akhirnya saya yang urus towing dan operatornya. Operasional semua saya tanggung. Kalau menunggu Pemkot, kasihan warga,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Tak hanya itu, Joni juga terlibat langsung dalam perencanaan penanganan darurat. Ia menyumbangkan 40 karung jumbo berkapasitas sekitar satu ton. Karung itu akan diisi pasir dan dijadikan tanggul sementara. Bersama unsur TNI, ia kemudian melakukan penanganan tebing dan rekayasa aliran air guna mencegah longsor susulan.

“Di bagian hulu harus ditanggulangi. Kalau tidak, lumpur dari atas pasti turun lagi. Ini harus dikerjakan cepat, tidak bisa ditunda,” sambungnya.

Respons Pemkot Bontang

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Bontang, Usman, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan alat berat sejak hari pertama kejadian sebagai bentuk respons awal penanggulangan bencana.

Ia mengakui BPBD memiliki keterbatasan anggaran, khususnya untuk pemenuhan bahan bakar operasional alat berat. Meski demikian, Usman menyebut dukungan dari DPRD Bontang, khususnya Komisi C, menjadi bentuk kolaborasi yang baik dalam penanganan darurat di lapangan.

“Anggaran kami memang terbatas, tapi alat mini ekskavator sudah kami kerahkan sejak awal,” ujar Usman. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR