•   13 April 2024 -

Gelar Musrenbang RPJPD 2045, Basri Ingin Bontang Tetap Ramah Investasi

Bontang - M Rifki
02 April 2024
Gelar Musrenbang RPJPD 2045, Basri Ingin Bontang Tetap Ramah Investasi Wali Kota Bontang Basri Rase saat memberikan sambutan dalam agenda Musrenbang RPJPD 2045/ M Rifki- Klik Kaltim. 

KLIKKALTIM.COM - Pemkot Bontang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2045. Agenda ini berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (2/4/2024).   

Dalam sambutannya Basri berkeinginan untuk menjadikan Bontang lebih maju dan berkembang. Salah satu misi yang ingin dicapai adalah tetap menjadikan Bontang sebagai kota ramah investasi. Perkembangan di bidang investasi merupakan poin penting bagi kemajuan Bontang.

Baca juga: Pemkot Bontang Pastikan Pasokan Gas Melon dan BBM Subsidi Aman Saat Lebaran

Sebagai langkah untuk mewujudkan hal tersebut, Basri menyebut terdapat 3 wilayah kawasan industri yang bisa dimanfaatkan. Pertama kawasan Pupuk Kaltim, kemudian kawasan Badak LNG, dan Kawasan Industri Bontang Lestari. 

"Kita ini punya banyak tempat buntuk membangun berbagai industri. Makanya ramah investasi harus digaungkan sejak dini," ucap Basri Rase.

Baca juga: Pemkot Bontang kembali Bikin Program Pemasangan Jargas Gratis, Warga Mulai Didata

Lebih lanjut, untuk membangun Bontang juga perlu banyak pembenahan. Seperti memperbaiki infrastruktur dan menambahkan instrumen fasilitas publik. 

Kemudian juga soal penanganan banjir yang saat ini sudah berjalan sesuai track. Buktinya titik banjir di kawasan perkotaan sudah banyak berkurang selama dua tahun terakhir. 

Basri meminta program yang disusun harus sesuai dengan tujuan utama atau sasara. Antara lain, pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, dan mengurai pengangguran terbuka. 

Berdasarkan data yang dirilis Banda Pusat Statistik Bontang, pertumbuhan ekonomi Kota Taman meningkat pada 2023 dengan angka 4.16 persen.  Begitu juga dengan angka kemiskinan saat ini berada di 4,11 persen. Sedangkan angka pengangguran terbuka mencapai 7,74 persen. 

"Masih banyak yang harus dibenahi dan kita harus bekerja secara maksimal," pungkasnya. (adv)




TINGGALKAN KOMENTAR