•   26 May 2022 -

Defisit Rp 70 Miliar, Tunjangan Pegawai Bontang Tertunda

Bontang - M Rifki
19 Januari 2022
Defisit Rp 70 Miliar, Tunjangan Pegawai Bontang Tertunda Ilustrasi pegawai Pemkot Bontang/Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM - Prediksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SilPA) tahun anggaran 2021 meleset dari target. 

Sebelumnya, pemerintah dan DPRD Bontang menetapkan asumsi SilPA 2021 sebanyak Rp 160 miliar. Tetapi, realisasinya melorot menjadi Rp 100 miliar. 

Anggaran yang bersumber dari SilPA ini biasanya digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah di awal tahun anggaran.

Namun, imbas dari prediksi yang meleset, pemerintah terpaksa harus menunda sejumlah kegiatan yang sudah ditetapkan jalan tahun ini. 

Pemerintah beralasan anggaran SilPA menyusut karena digunakan untuk membiayai kegiatan di penghujung tahun kemarin. 

"Yah adalah sekitar Rp 60 miliaran kegiatan yang sebelumnya diprediksi tak jalan, tapi bisa terlaksana di APBD-Perubahan 2021 lalu," ujar Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Amiruddin. 

Di samping membiayai kegiatan, dana SilPA juga dialokasikan untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Taman Husada Bontang, serta urusan pendidikan. 

Selisih dari total pembiayaan tersebut menyisakan uang di kas daerah sekitar Rp 33 miliar. Dana inilah yang digunakan untuk membiayai kegiatan di awal tahun ini. 

Untuk sementara waktu, lanjut Amiruddin, pemerintah menunda sejumlah belanja dengan nominal besar hingga kas daerah cukup. 

"Kita jalankan program prioritas terlebih dahulu di awal tahun ini," terangnya. 

Salah satu belanja yang ditunda, tunjangan kinerja pegawai harus molor. Dirinya belum memastikan jadwal penyaluran, tapi menggaransi pembayaran dilakukan setelah uang tersedia. 

Minus Rp 70 Miliar

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menuturkan, pemerintah kekurangan Rp 70 miliar untuk membiayai kegiatan di awal tahun. 

Sehingga sejumlah kegiatan yang telah direncanakan harus ditunda lebih dulu. Termasuk uang tunjangan untuk pegawai baru bisa dibayarkan di bulan kedua tahun ini. 

"Yah memang prediksi SilPA-nya meleset. Makanya sekarang pemerintah minus Rp 70 miliar," ungkap Andi Faiz. 

Saat ini, lanjut Andi Faiz, pemerintah masih mencari sumber anggaran yang harus ditunda pelaksanaannya. Tujuannya menambal sementara defisit keuangan tahun berjalan ini. 




TINGGALKAN KOMENTAR