Beda Sikap Pejabat Bontang Soal Penerapan Jam Malam, Bikin Warga Bingung

Bontang - Asriani
19 Oktober 2020
Beda Sikap Pejabat Bontang Soal Penerapan Jam Malam, Bikin Warga Bingung Pembatasan aktivitas malam di bilangan jalan Kota Bontang beberapa waktu lalu/DOK KLIKKALTIM

KLIKKALTIM.COM – Rencana penerapan jam malam di Kota Bontang hingga saat ini masih membingungkan. Pasalnya, dua pejabat teras memberikan pendapat berbeda soal penerapan jam malam.

Mula-mula, Pjs Wali Kota Bontang, Riza Indra Riadi mengatakan, draft revisi Perwali Nomor 21/2020 sudah rampung. Saat ini pemerintah pun telah mengirim Salinan draft ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Di dalam draft tersebut, disebutkan telah mengatur jam malam. Aktivitas warga Bontang akan dibatasi maksimal pukul 22.00 Wita sampai pukul 03.00 dinihari.

Klik Juga : Beda Sikap Pejabat Bontang Soal Penerapan Jam Malam, Bikin Warga Bingung

Namun pernyataan pimpinannya justru dibantah. Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati mengatakan, sampai saat ini tidak ada aturan mengenai pembatasan jam malam.

"Menurut saya sih tidak ada pemberlakuan jam malam itu," ungkapnya.

Ia menepis mengenai isu yang berkaitan pemerintah akan memberlakukan pembatasan jam malam. Hanya saja masyarakat diberikan aturan ketat yang berada di tempat keramain. Seperti di tempat kedai agar tetap jaga protokol kesehatan, serta lakukan jaga jarak.

"Yang penting protokol kesehatan yang harus dijaga," jelasnya.

Ia mengatakan, kembali lagi kepada kesadaran masyarakat bagaimana cara menerapkan protokol kesehatan. Dan apabila masyarakat taat dengan protokol, maka pembatasan jam malam tidak akan pernah ada.

Sementara itu, Setiawan warga gang Alpukat 1, RT 16, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara mengatakan, kebijakan pemerintah ini membuat warga kebingungan.

Penerapan jam malam dinilai perlu dirumuskan di internal dulu sebelum para pejabat menyampaikan ke publik. “Lah ini gimana sih pemerintah saja beda pendapat, lah kami kaya apa yang akan menerima kebijakan ini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR