•   24 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Bahayakan Pengendara, Kabel Telekomunikasi di Bontang Nyaris Ambruk & Semrawut 

Bontang - M Rifki
23 September 2026
 
Bahayakan Pengendara, Kabel Telekomunikasi di Bontang Nyaris Ambruk & Semrawut  Tiang kabel telekomunikasi di Jalan KS Tubun nyaris ambruk dan hanya ditopang tangga. (Klik Kaltim)

BONTANG - Bentangan kabel telekomunikasi di Bontang terpantau masih semrawut. Dari pantauan Klik Kaltim, di Jalan KS Tubun, dekat perniagaan tradisional, terdapat satu tiang penuh kabel yang nyaris ambruk dan hanya ditopang oleh tangga darurat.

Kondisi itu pun dikeluhkan Ridwan, warga setempat. Ia mengaku kondisi tiang kabel yang rapuh itu tidak lagi mampu memuat beban yang sudah semakin berat. Bahkan, dalam satu tiang terpantau ada puluhan kabel yang terpasang. Kondisi itu juga terpantau di sepanjang Jalan KS Tubun lainnya.

"Itu ambruk sudah. Tiangnya cuman tahan pakai tangga. Kalau kesenggol terus kabel jatuh, akan bahayakan pengendara," ucap Ridwan.

Atas hal itu, warga meminta Pemerintah Kota Bontang untuk membereskan kabel yang membentang dan bisa mengganggu aktivitas perniagaan.

"Kabel ini juga ganggu estetika kota. Harus dibereskan sebelum ada korban," sambungnya.

Soal kabel semrawut ini rupanya pernah menjadi atensi Pemkot Bontang. Kala itu, Pemkot Bontang berencana merealisasikan program kota tanpa kabel di udara guna menata keindahan dan kerapian tata kota. Kelurahan Berbas Pantai dan Berbas Tengah ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project).

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan seluruh kepala daerah di Indonesia mendapat arahan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperbaiki dan menata estetika kota. Salah satu langkah yang ditekankan adalah merapikan kabel-kabel yang selama ini tampak semrawut dengan memindahkannya ke bawah tanah.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkot Bontang bergerak cepat dengan menetapkan dua wilayah sebagai tahap awal pelaksanaan program. Berbas Pantai dan Berbas Tengah dipilih karena dinilai tidak rawan banjir, sehingga lebih memungkinkan untuk pembangunan jaringan bawah tanah.

"Kami masih rencanakan," ucap Neni. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR