•   25 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Anak 11 Tahun Tenggelam di Perairan Samarinda, Sempat Dibantu Temannya dengan Pelampung

Bontang - Redaksi
24 September 2026
 
Anak 11 Tahun Tenggelam di Perairan Samarinda, Sempat Dibantu Temannya dengan Pelampung Kerumunan warga bersama Tim SAR dalam operasi pencarian anak hilang di kawasan Teluk Lerong Samarinda.

SAMARINDA - Seorang anak berinisial A (11) dilaporkan tenggelam saat berenang di perairan Sungai Mahakam kawasan Teluk Lerong, Samarinda, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Hingga Kamis sore, korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan setelah sebelumnya dilaporkan hilang di perairan tersebut.

Pampata III Aiptu Joko Wahyudi menjelaskan, korban saat itu bersama tiga anak lainnya yang masih satu sekolah. Keempatnya awalnya berada di kawasan tersebut berniat untuk mencari burung, sebelum akhirnya memutuskan berenang.

Korban kemudian berenang menjauh dari ketiga temannya seorang diri. Setelah masuk ke air, korban ternyata tidak dapat berenang dan sempat meminta pertolongan kepada teman-temannya.

"Dia berenang sendirian ke arah lebih ke depan. Setelah dia terjun, dia tidak bisa berenang dan minta tolong," kata Wahyu.

Salah seorang teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan sebuah gabus dekat lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut tidak berhasil hingga korban akhirnya tenggelam.

"Temannya sempat dilempar gabus, tapi sudah tidak dapat menolong lagi," lanjutnya.

Wahyu menyebut korban merupakan anak berusia 11 tahun, sedangkan tiga rekannya masing-masing berusia sekitar 10 tahun.

Setelah menerima laporan tersebut, Basarnas Samarinda langsung bergerak melakukan pencarian. Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan tujuh personel diterjunkan ke lokasi.

Tim SAR menyiapkan dua personel untuk melakukan penyelaman guna memastikan kemungkinan korban masih berada di bawah permukaan air.

"Untuk tahap pertama kami melakukan penyelaman untuk memastikan korban masih terjebak di bawah. Kalau memungkinkan, kami lakukan penyisiran di bawah," kata Aries.

Namun, pencarian terkendala kondisi arus bawah Sungai Mahakam yang cukup deras. Tim SAR masih mempertimbangkan metode pencarian berikutnya apabila penyelaman tidak memungkinkan.

"Berdasarkan informasi dari warga setempat, kendala saat ini arus bawah yang cukup deras," jelasnya.

Aries mengatakan, sementara ini belum ada indikasi korban terbawa arus. Tim masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.






TINGGALKAN KOMENTAR