•   17 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Dukung Dekarbonisasi Industri, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

Bisnis - Redaksi
17 Oktober 2026
 
Dukung Dekarbonisasi Industri, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026 Dukung Dekarbonisasi Industri, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026.

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menorehkan prestasi di tingkat Asia Tenggara dengan meraih penghargaan ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 kategori On Grid. Penghargaan ini diberikan atas inovasi dan implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas bangunan pendukung perusahaan sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi dan dekarbonisasi industri.

‎Penghargaan tersebut diterima Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, di Manila, Filipina, pada Rabu (7/10/2026). ASEAN Energy Awards merupakan ajang penghargaan tingkat Asia Tenggara yang mengapresiasi proyek dan inovasi unggulan di bidang energi. Tahun ini, penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026 (AEBF-26).

‎‎Maslani menjelaskan, pengembangan PLTS Atap merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di sektor industri. Selain membantu menekan emisi karbon, pemanfaatan energi surya juga menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi, memperkuat daya saing, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

‎‎Menurutnya, transformasi menuju industri rendah karbon harus dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap menjaga keandalan operasional perusahaan. Pemanfaatan PLTS Atap menjadi salah satu langkah konkret untuk mengintegrasikan energi bersih ke dalam sistem pendukung operasional industri.

Hingga saat ini, total kapasitas terpasang PLTS Atap Pupuk Kaltim mencapai 3,8 megawatt peak (MWp). Kapasitas tersebut terdiri atas pembangunan Fase 1 sebesar 1,2 MWp dan Fase 2 sebesar 2,6 MWp.

‎Sistem PLTS Atap tersebut mencatatkan availability factor sebesar 98–98,6 persen, dengan total produksi energi mencapai 4.723.458 kilowatt-hour (kWh) per tahun. Capaian ini menunjukkan potensi energi surya sebagai sumber energi pendukung industri dengan tingkat ketersediaan yang tinggi.

‎Implementasi PLTS Atap dilakukan secara bertahap di area nonpabrik maupun pabrik yang terhubung dengan jaringan listrik lokal berbasis Gas Turbine Generator (GTG). Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan keberlanjutan Pupuk Kaltim untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

‎Selain mendukung kebutuhan listrik internal, Pupuk Kaltim juga memperluas pemanfaatan energi surya untuk mendukung operasional kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Integrasi antara pembangkit energi bersih dan elektrifikasi transportasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperluas manfaat energi terbarukan.

‎Dari sisi lingkungan, pemanfaatan PLTS Atap selama periode 2022–2025 berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 10.702,38 ton CO₂ ekuivalen. Upaya pengurangan emisi turut diperkuat melalui pengalihan penggunaan bus konvensional menjadi bus listrik yang memanfaatkan energi dari PLTS.

Program elektrifikasi bus tersebut berhasil menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 3.945,46 liter dan mengurangi emisi hingga 0,45 ton CO₂. Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan energi bersih sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas operasional.

‎Komitmen Pupuk Kaltim terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Perusahaan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses konstruksi, menyelenggarakan kegiatan berbagi pengetahuan mengenai teknologi surya, serta memberikan pelatihan Operation and Maintenance (O&M) kepada mahasiswa.

‎Pupuk Kaltim turut menerapkan PLTS di kawasan pesisir Bontang untuk mendukung kebutuhan permukiman nelayan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap manfaat energi terbarukan sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

‎Dari sisi ekonomi, Pupuk Kaltim juga menjalin kolaborasi dengan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup yang memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Kerja sama tersebut dikembangkan melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan.

Inisiatif ini menghasilkan penghematan energi sekitar 20 persen, setara dengan 5.815.575 kWh, serta estimasi penghematan biaya operasional tahunan mencapai USD 29.800. Efisiensi tersebut didukung pemanfaatan energi surya untuk kebutuhan operasional perusahaan dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik.

‎Maslani menegaskan, pencapaian pada ASEAN Energy Awards 2026 menjadi dorongan bagi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam penerapan energi bersih. Ke depan, Perusahaan akan terus mendorong pemanfaatan EBT yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, dengan mempertimbangkan aspek keandalan, efisiensi ekonomi, pengurangan emisi, dan manfaat sosial.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa transformasi menuju industri yang lebih hijau membutuhkan konsistensi, inovasi, dan kolaborasi. Pupuk Kaltim akan terus mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Perusahaan,” tutup Maslani. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR