Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Kelola Industri Rumahan Serbuk Jahe Merah

UMKM - Winda Pramesti Regita Cahyani
25 Februari 2020
Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Kelola Industri Rumahan Serbuk Jahe Merah Wiwid Kelola Industri Rumahan Jahe Merah

KLIKKALTIM.com -- Widayani atau yang akrab dipanggil Wiwid ini adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). Perempuan berumur 44 tahun ini adalah berkarakter ulet serta gigih dalam melakukan pekerjaan. Rumahnya di daerah Loa Kulu Kab. Kutai Kartanegara cukup strategis disulap sebagai tempat untuk membuka usaha.

Salah satu usaha yang beliau tekuni saat ini adalah memproduksi serbuk jahe rumahan. Ya, serbuk jahe merupakan minuman jahe merah asli yang dibuat dengan cara dimasak dan diaduk hingga mengkristal lalu disangrai hingga menjadi serbuk.

 “Saya sudah cukup lama membuka usaha rumahan ini, kira-kira dari 16 Maret 2017. Hitung-hitung untuk usaha sampingan sambil mengurus tiga anak,” ujarnya.

Wiwid mendapatkan resep dan cara pengolahan serbuk jahe ini dari saudara iparnya yang berada di Jawa. “Saya berusaha membuat kemasan dan label yang bisa menarik perhatian pembeli,” tuturnya.

Produksi serbuk jahe yang diolah Wiwid secara mandiri cukup terkenal di kalangan masyarakat sekitar saat ini. Banyak yang memesannya hingga keluar kota. Sudah banyak pelanggan yang sering memesan dan merasakan khasiat dari serbuk jahe merah yang diproduksi Wiwid.

Seperti kita tahu bahwa jahe merah merupakan tanaman yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Kandungan pada jahe merah sangat banyak, seperti gingerol, flavonoid, agen antibakteri, agen antiperadangan, dan lainnya.

Banyak manfaat yang bisa didapat dari tanaman jahe merah ini, seperti dapat mencegah masalah pencernaan, meningkatkan kesuburan, mengurangi nyeri pada otot dan sendi, menurunkan asam urat, meredakan sakit kepala, menghangatkan tubuh, dan lain sebagainya.

Usaha pasti mempunyai berbagai kendala, seperti harga jahe merah yang mahal, jahe merah yang langka, dan sebagainya. Harus membuat bu Wiwid memproduksi serbuk jahe cukup lama karena menunggu harga jahe turun dan panen jahe.

“Awalnya saya dapat info produk serbuk jahe merah ini dari media sosial facebook. Saya coba pesan dan menunggu selama tiga hari, karena produk tidak langsung ada,” ujar salah seorang pembeli.

Ia menambahkan,“Saya dulu mempunyai penyakit hipotermia, penyakit itu sekarang sudah tidak pernah kambuh lagi setelah saya memesan serbuk jahe olahan Bu Wiwid.”

Sudah banyak pembeli serbuk jahe Wiwid yang puas dan merasakan langsung khasiat dari jahe merah tersebut. Wiwid berusaha menjalankan usaha mandirinya hingga sukses dan mempunyai beberapa karyawan.

 

Wiwid menceritakan biaya produksi bisnisnya. Modal yang harus ia keluarkan untuk membeli jahe merah untuk 1 kilo adalah Rp80 ribu, gula merah Rp10 ribu. Jadi kalau total modal yang harus Wiwid keluarkan sekitar 90.000. Setiap serbuk jahe merah yang ia jual seharga Rp120 ribu per kilo. "Saya menjual serbuk jahe merah Rp120 ribu per kilonya. Untuk seperempat kilo, saya menjual 12 ribu,” ujarnya.

 

Omset dari hasil jualan serbuk jahe merah tersebut cukup menguntungkan. Wiwid bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp100 ribu-Rp200 ribu dalam setiap pembuatan. Namun, harga bahan bisa saja naik atau turun di waktu-waktu tertentu. Hal itulah yang terkadang bisa membuat keuntungan beliau ikut berkurang atau bertambah. “Keuntungan yang saya dapat cukup untuk uang jajan anak-anak saya,” tuturnya.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR