•   22 October 2021 -

Pasien Corona di Balikpapan Pernah ke Kutai Kartanegara, Dinkes Kukar Yakin tak Ada Warga Terinfeksi

Kutai Kartanegara - Redaksi
13 April 2020
Pasien Corona di Balikpapan Pernah ke Kutai Kartanegara, Dinkes Kukar Yakin tak Ada Warga Terinfeksi ujarJuru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Martina Yulianti

KLIKKALTIM.com -- Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara ( Dinkes Kukar ) Kalimantan Timur telah melakukan tracing terkait kontak pasien positif coronavirus disease ( covid-19 ) di Balikpapan (BPN 18). Pasien BPN 18 diumumkan positif covid-19 pada Jumat (10/4/2020) kemarin.

Diketahui BPN 18 sempat menghadiri acara pernikahan di Tenggarong, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur pada tanggal 21 maret silam.

“Sudah kita tracing sejak kita mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, karena kita terus melakukan koordinasi,” ujarJuru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Martina Yulianti ketika dikonfirmasi TribunKaltim.co, Minggu (11/4/2020).

Ia mengatakan pasien BPN 18 ini menghadiri acara pernikahan sekitar tanggal 21 maret silam. Pada tanggal tersebut pemerintah masih belum melarang menggelar pernikahan. Meskipun acara pernikahan yang datang dengan jumlah orang yang terbatas.

“Karena saat 21 maret masih boleh orang menikah, yang dilarang per April kan. Bukan acara pernikahan resepsi yang rame,” kata Martina.

Ketika dirinya berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Balikpapan, pasien ini bukan terjangkit dari acara nikahan di Kukar kemarin. Ada kemungkinan pasien BPN 18 ini terjangkit oleh salah satu rekannya di Balikpapan yang juga positif covid-19.

“Bukan dia dapat dari Tenggarong kemungkinananya, karena yang di Tenggarong tidak sakit. Jadi mungkin dia sudah sakit, kebetulan ke Tenggarong, mudah-mudahan tidak menulari orang Tenggarong Kutai Kartanegara,” harapnya.

Meskipun begitu, pihaknya sudah memeriksa warga Kukar yang telah kontak dengan pasien tersebut. Hingga kini tidak ada laporan masyarakat yang sakit setelah menghadiri acara tersebut.

Bahkan acara tersebut sudah lebih dari 14 hari, sehingga masa inkubasi sudah lewat. “Kalau ada yang menulari dan tertular pasti sudah sakit. Karena kita melakukan tracing tapi jarak saat ini dengan kontak eratnya sudah lewat masa inkubasi, karena memang jika ada penularan,” aku wanita yang disapa Yuli ini.

Ia mengimbau kepada masyarakat tidak perlu hkhawatir. Karena secara penyelidikan epidomologi dan masa inkubasinya telah lewat. Jika memang tertular akan ada gejala pada hari kelima setelah kontak dengan pasien tersebut.

“Kalau secara penyelidikan epidomilogi tidak perlu dikhawatirkan, karena andaikan itu jadi sumber penularan, itu sudah lewat masa inkubasi. Jadi biasanya seseorang tertular hari kelima itu mulai menimbulkan keluhan, tapi kalau ia tidak ada keluhan 14 hari itu sudah selesai,” pungkasnya .

 

Sumber : tribunkaltim.co




TINGGALKAN KOMENTAR