Nelayan Bontang Diterkam Buaya, Diselamatkan Kayu Jatuh

Kaltim - M. Safril
27 Maret 2020
Nelayan Bontang Diterkam Buaya, Diselamatkan Kayu Jatuh Tim medis memeriksa luka yang diderita Ramli setelah menjadi korban gigitan buaya.

KLIKKALTIM.COM-----Seorang warga Kelurahan Loktuan kembali menjadi korban serangan buaya. Kali ini warga RT 05 Ramli (40) menjadi korban serangan buaya kedua tahun ini. Kejadian pertama menimpa anak kecil DF (9) yang saat itu diterkam ketika berenang di Rawa Bakau pada 13 Januari lalu.

Bhabinkamtibnas Lok Tuan Aipda Bajuri menuturkan, kejadian tersebut bermula ketika korban yang berprofesi sebagai nelayan sedang membersihkan perahu di RT 05 Selambai Kamis, 26 Maret 2020 sekitar pukul 18.00 Wita. Tiba-tiba, entah dari mana datangnya seekor buaya berukuran sekitar 2,5- 3 meter menerkam bagian paha belakang korban. Beruntung, saat buaya menerkam sebilah balok langsung jatuh dan menimpa buaya tersebut.

"Saat menerkam ada kayu yang jatuh. Puaaaanggg... Kayu itu menghantam kepala buaya dan langsung kabur meninggalkan korban," ujar Aipda Bajuri saat dihubungi via telpon, Jumat (27/03/2020) siang.

Lebih lanjut, dia menyebutkan setelah mendapat luka di bagian belakang paha, korban tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit PKT untuk mendapatkan pertolongan. Melihat luka yang diderita korba tidak parah, Ramli langsung dipulangkan dan dirawat dirumah.

"Korban menderita luka robek di bagian belakang paha kiri dan kanan, kalau soal jahitan saya tidak terlalu perhatikan kemarin," ujarnya Untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali, Bajuri mengungkapkan pihaknya beserta warga sekitar sudah melapor ke Taman Nasional Kutai (TNK) untuk mencari dan mengamankan buaya tersebut.

Rencananya setelah ditangkap buaya itu akan dipindahkan ke tempat yang lain sebagai habitat barunya yang jauh dari warga. "Lok Tuan padat penduduk, kami minta untuk direlokasi ke tempat yang lain untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali," ujarnya.

Selain itu dia menghimbau kepada masyarakat Lok Tuan untuk tetap berhati-hati dalam melakukan kegiatan di wilayah perairan. Hal itu disebabkan Lok Tuan dikenal banyak buaya dan kerapkali mengancam manusia yang bermukim di sana. "Kami himbau kepada warga untuk hati-hati melakukan kegiatan di perairan, karena buaya sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan warga," pungkasnya. (M. Syafril)

TINGGALKAN KOMENTAR