Proses penyelesaian sengkarut Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang tak kunjung menemui titik terang. Akar masalah tak bisa dicabut karena pihak kampus tak terbuka. Bahkan terkesan menutup-nutupi.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bontang meminta pemerintah perketat pengawasan kepada perusahaan dan hotel yang masih menunggak retribusi. Minimnya pengawasan menjadi pemicu seretnya pendapatan daerah.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Sumardi mendesak agar persoalan kampus Universitas Trunajaya (Unijaya) dibahas hingga tuntas, terutama soal nasib para mahasiswa.
Progres pengerjaan proyek drainase dan trotoar Jalan MT Haryono hingga pekan kedua Juni 2025 baru mencapai 4,6 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang pun mencatat pengerjaan itu minus 2,5 persen dari target.
Pemkot Bontang berjanji akan memperbaiki trotoar di Kelurahan Bontang Kuala pada APBD Perubahan 2025 ini. Janji itu disampaikan Wakil Walikota Bontang Agus Haris.
DPRD Kota Bontang menggelar rapat dengar pendapat mengenai persoalan sanksi kampus Universitas Trunajaya (Unijaya), Senin (16/6/2025) pagi. Sayangnya pihak kampus tak menghadiri rapat tersebut
Perkuat kesadaran memori kolektif bangsa dengan Pengelolaan Arsip Perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berupaya terus meningkatkan pemahaman dan kapasitas karyawan terkait Tata Kelola Kearsipan secara optimal.