Anggaran Bimtek Senilai Rp 54 Miliar, Pemkot Bantah untuk Kepentingan Politis
Salah satu kegiatan Bimtek yang digelar pemerintah di tahun anggaran 2024/Int-Klik Kaltim
Disinggung soal tahun politik, Amiruddin mengatakan, agenda pemerintah tak mungkin menyesuaikan dengan kepentingan politis tertentu. Menurutnya, kegiatan ini memang difokuskan untuk meningkatkan kualitas masyarakat sesuai dengan bidang masing-masing.
Semisal para pelaku penggerak pariwisata, RT, pemuda, perlu diberikan ruang untuk belajar dari daerah lain. Dari situ nanti pengalaman yang didapat jadi bahan pelajaran.
"Kalau soal tahun politik itu urusan lain. Toh yang dibawa kan masyarakat. Yang mau silahkan ikut kalau ada kesempatan. Yang tidak mau juga gak masalah," sambungnya.
Mandatory Spending Tetap Dipenuhi
Di samping alokasi anggaran yang besar untuk Bimtek, Pemkot Bontang mengklaim tetap memenui mandatory spending atau belanja yang telah diatur oleh Undang-Undang, seperti belanja pendidikan 20 persen dari APBD dan Kesehatan 10 persen dari APBD.
Kemudian juga berupaya dalam program memberantas Banjir serta infrastruktur di Kota Bontang. Menyusun anggaran pun juga sudah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Makanya setiap OPD diminta jeli menjalankan program kerja yang telah disuaun dan dianggarkan oleh pemerintah.
"Kita tidak meninggalkan kewajiban kita. Selain SDM ditingkatkan, infrastruktur dan pembangunan lainnya juga selalu diperhatikan," ungkapnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: