Masuk Sekolah Jam 9 Pagi dan Lebih Sedikit PR, 10 Alasan Pendidikan Negara Ini Terbaik Dunia
Sekolah ilustrasi.
Suasana belajar di Finlandia cenderung lebih santai jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Di Finlandia, siswa biasanya hanya memiliki beberapa kelas dalam sehari. Mereka juga memiliki waktu yang cukup untuk makan, melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan, dan bahkan dapat bersantai. Suasana yang sama juga dirasakan oleh para guru.
Ruang guru tidak hanya disiapkan untuk keperluan operasional para guru, tetapi juga sebagai fasilitas bagi guru untuk bersantai dapat bersantai atau hanya sekadar bersosialisasi dengan guru lainnya.
6. Lingkungan sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik
Program yang disusun Finlandia berfokus pembelajaran holistik dan tidak berpusat pada pemberian pelajaran yang terlalu banyak. Bagi mereka, pendidikan tidak hanya terpusat pada nilai akademik yang baik. Mereka ingin membuat lingkungan sekolah menjadi tempat yang adil dan menyenangkan bagi siswa.
Sejak tahun 1980, terdapat beberapa prioritas yang dilakukan dalam sistem pendidikan Finlandia: Pendidikan harus menjadi instrumen untuk menyeimbangkan ketimpangan sosial Semua siswa menerima makanan gratis di sekolah Kemudahan akses ke perawatan kesehatan Konseling psikologi Bimbingan personal
7. Mulai sekolah di usia 7 tahun
Anak-anak di Finlandia baru diizinkan untuk masuk sekolah ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Mereka diberi kebebasan untuk tidak menerima pendidikan wajib sebelum usia sekolah yang ditentukan dan dapat menikmati masa mereka dengan lebih puas. Finlandia juga hanya menerapkan wajib belajar 9 tahun bagi seluruh anak. Pendidikan setelah kelas 9 atau usia 16 tahun merupakan pilihan bagi masing-masing anak.
8. Lebih sedikit PR
Menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), para siswa di Finlandia memiliki jumlah pekerjaan rumah (PR) paling sedikit dibandingkan dengan siswa lain di dunia. Siswa Finlandia mendapatkan semua yang dibutuhkan di sekolah tanpa adanya tuntutan tambahan di luar sekolah.
9. Belajar dari guru yang sama
Masing-masing siswa memiliki kemampuan dan gaya belajarnya sendiri. Untuk itu, memiliki guru yang dapat mengerti kemampuan tiap siswanya juga dapat mendukung proses akademik siswa di sekolah. Di Finlandia, siswa akan diajarkan oleh guru yang sama selama enam tahun pendidikan mereka.
Dalam periode tersebut, guru dapat mengambil peran sebagai mentor atau bahkan anggota keluarga. Hal ini dapat membangun rasa saling percaya antar keduanya.
10. Mementingkan kerja sama
Karena sistem pendidikannya yang tidak hanya terpusat pada nilai akademik, maka juga tidak ada persaingan yang ketat bagi para siswa selama masa sekolahnya. Para siswa tidak dituntut untuk memiliki peringkat tertinggi di kelas karena tidak ada sistem peringkat kelas. Karena tidak adanya persaingan ini, seluruh siswa diajarkan untuk lebih mementingkan kerja sama.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: