Perketat Pengawasan BBM Subsidi; Polisi Incar Penimbun, Ketahuan Bisa Dipidana 6 Tahun Penjara
Polisi mensosialiasikan antrean solar di salah satu SPBU Kota Bontang tahun 2024 (Dok Klik Kaltim)
BONTANG- Polisi mengancam para penimbun BBM dengan sanksi tegas apabila tertangkap tangan melakukan aksinya di tengah kenaikan harga Pertamax.
Sejak kenaikan harga Pertamax banyak warga beralih menggunakan BBM Subsidi jenis pertalite. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Bontang.
Kapolres Bontang melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Ari Sanjaya telah menginstruksikan anggotanya agar melakukan pengawasan ketat di lapangan. Aparat diperintahkan mengawasi distribusi bbm, termasuk mengincar mereka yang memanfaatkan momentum saat ini demi keuntungan pribadi.
Tak hanya itu saja, warga juga diajak turut mengawasi dengan melaporkan informasi ke pihak berwajib saat tindakan yang mencurigakan melalui hotline 110 atau Whatsapp 082252528823.
"Kami akan melakukan monitoring dan pengecekan di lapangan terkait distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. Silahkan lapor kalau ada temuan," ucap Iptu Putu Ari Sanjaya.
Lebih lanjut, polisi tidak segan menangkap tangan oknum yang melakukan tindakan kriminal penyelewengan BBM Subsidi. Mereka yang ketahuan bisa dijerat Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, diubah Pasal 40 Ayat 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun.
"Peringatan keras kepada pihak-pihak yang melakukan penyalahgunaan BBM subsidi. Apabila ditemukan pelanggaran, akan kami tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp16.650 Rabu (10/6) memicu warga beralih membeli Pertalite yang lebih murah Rp 10 ribu per liternya.
Dari pantauan klikkaltim di 3 SPBU di Bontang, antrean BBM subsidi tampak mengular. Rata-rata butuh waktu lebih lama ketimbang di hari-hari sebelumnya untuk mendapatkan Pertalite.
Di sela-sela antrean, tak hanya motor pengendara saja pun mereka yang menggunakan motor dengan tangki lebih besar ikut antre. Para pemotor dengan tangki lebih besar, seperti Motor Thunder tampak dominan, kebanyakan mereka merupakan pedagang bensin eceran.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: