Laporan Palsu Picu Penyerangan Rumah di Kasus Maling Mangga; Polisi Pastikan Rekan Almarhum Bohong
Rekonstruksi kejadian maling mangga di Gang Bersama 7 Kelurahan Api-Api (Klik Kaltim).
BONTANG — Dalam rekonstruksi kasus pencurian mangga di Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Selasa (19/5/2026), polisi membongkar dugaan keterangan palsu dari MT, rekan korban Ri.
Kanit Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, mengatakan MT sebelumnya memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, baik kepada penyidik maupun keluarga korban.
Sebelumnya, MT mengaku sempat kembali memeriksa kondisi Ri setelah terjatuh dari pohon mangga. Namun, dalam rekonstruksi, adegan tersebut tidak ditemukan. MT justru langsung melarikan diri setelah aksinya diketahui warga.
Kepada keluarga korban, MT juga mengaku sempat melihat Ri dianiaya warga. Keterangan itu kemudian memicu emosi keluarga dan warga hingga terjadi penyerangan.
Padahal, berdasarkan hasil rekonstruksi, MT tidak pernah kembali ke lokasi setelah kabur meninggalkan rekannya.
“Kalau saat pra-rekonstruksi masih ada adegan MT kembali setelah Ri jatuh. Tapi di rekonstruksi ini tidak ada. Jadi keterangannya palsu. Karena itu kami panggil pihak keluarganya,” ujar Ipda Markus.
Dalam rekonstruksi tersebut, polisi memperagakan 36 adegan, mulai dari rencana pencurian mangga hingga Ri dibawa ke rumah sakit setelah terjatuh dari pohon.
Keluarga korban juga menyaksikan langsung jalannya rekonstruksi. Polisi menegaskan tidak ditemukan unsur penganiayaan terhadap Ri di lokasi kejadian.
“Jadi tidak ada pemukulan terhadap korban,” sambung Markus.
Untuk melengkapi penyelidikan atas laporan keluarga korban, polisi turut meminta keterangan dari pihak Rumah Sakit Amalia dan RSUD Taman Husada.
“Laporan dari pihak keluarga akan kami gelarkan lebih dulu,” tutupnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: