•   14 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Disdikbud Bontang Tambah Syarat Pemahaman Agama dalam Juknis SPMB Tahun 2026

Advertorial - Asriani
14 Mei 2026
 
Disdikbud Bontang Tambah Syarat Pemahaman Agama dalam Juknis SPMB Tahun 2026 Rapat kerja PGRI Bontang dengan DPRD terkait SPMB beberapa waktu lalu. (Dok)

BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menerapkan lima lampiran syarat tambahan dalam proses penerimaan murid baru (SPMB) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) tahun ajaran 2026. 

Ketentuan tersebut, tertuang di dalam petunjuk teknis atau juknis pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada SMP tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin menyampaikan syarat tambahan itu diberlakukan untuk memastikan kemampuan dasar keagamaan calon murid sesuai agama masing-masing.

“Jadi memang ada syarat tambahan yang dilampirkan dalam juknis penerimaan murid baru SMP," ungkapnya kepada media ini, Selasa (12/5/2026).

Kata dia, bagi calon murid baru beragama Islam, diwajibkan mampu membaca kitab suci Al-Qur’an yang dibuktikan melalui surat keterangan dari satuan pendidikan asal.

Sementara, untuk calon murid beragama Kristen diwajibkan memahami doa Bapa Kami serta mengenal Kitab Perjanjian Baru yang juga dibuktikan dengan surat keterangan sekolah asal.

Kemudian untuk calon murid beragama Hindu, diwajibkan mampu membaca dan melagukan kitab suci Weda bagian Gayatri Mantram serta mengenal Itihasa Mahabrata. Sedangkan calon murid beragama Buddha diwajibkan bisa membaca Parita Suci.

Adapun calon murid baru beragama Khonghucu, diwajibkan mampu membaca Se Shu. Seluruh persyaratan tersebut harus dibuktikan dengan surat keterangan dari satuan pendidikan asal masing-masing siswa.

Saparudin tegaskan, ketentuan tambahan itu bukan menjadi alat seleksi utama, melainkan bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembinaan nilai keagamaan sejak dini di lingkungan sekolah.

Apalagi kata dia, seperti siswa yang beragama islam sekokah diinstruksikan untuk menerapkan salat duha berjamaah setiap pagi sebelum proses belajar-mengajar dimulai.

"Itu sudah dilakukan dan yang perlu memang dipertegas kembali untuk pendidikan karkter siswa," jelas Saparudin.






TINGGALKAN KOMENTAR