•   06 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Jika Joe Biden Menang, BI : Banyak Modal Asing Mengalir ke Indonesia

Ekbis - Redaksi
03 November 2020
 
Jika Joe Biden Menang, BI : Banyak Modal Asing Mengalir ke Indonesia Joe Biden dari Partai Demokrat berbicara Dalam Debat Capres AS dengan Donald Trump dari Partai Republik (AP Photo/Julio Cortez)

KLIKKALTIM.COM - Pertarungan sengit memperebutkan kursi nomor satu di Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung. Sampai dengan berita ini ditayangkan, Joe Biden masih unggul dengan 238 suara elektoral, sedangkan petahana, Donald Trump beda selisih 25 suara, yakni 213 suara elektoral.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah menilai sentimen Pemilu Presiden AS akan berpengaruh terhadap aliran modal, terutama ke negara-negara berkembang.

Menurut Nanang, saat ini investor butuh kepastian dalam hal kebijakan yang lebih bersahabat dengan negara-negara lain. Maka, menurutnya, keterpilihan Joe Biden akan memberi kepastian bagi investor.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsyah/Republika

Hal ini, menurut Nanang sejalan dengan riset dari JP Morgan yang memperkirakan, aliran modal asing akan deras ke negara berkembang seperti Indonesia setelah adanya kepastian dari presiden terpilih di AS.

Selain itu, dari sisi fundamental ekonomi, Indonesia masih terbilang cukup baik dengan imbal hasil surat berharga negara di kisaran 6,58%, masih yang tertinggi di Asia, sehingga akan menarik aliran modal asing untuk masuk.

Namun sebaliknya, bila pemilu di AS tidak berjalan mulus, maka akan menyebabkan guncangan terhadap nilai tukar rupiah karena investor masih membenamkan uangnya di aset safe haven.

Sebagai catatan, sampai saat ini kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden masih unggul dengan perolehan suara elektoral sementara 238, sedangkan Trump dari Partai Republik masih mengantongi 213 suara.

Kontestasi politik keduanya sangatlah sengit dan dinamis. Sistem pemilu yang menggunakan lembaga pemilih atau electoral college pada akhirnya membuat demokrasi di AS tidak terjadi secara langsung.

Untuk memenangkan pemilu salah satu kandidat harus mendapat 270 suara dari total 538 elektor yang mewakili 150 juta masyarakat AS yang berpartisipasi dalam pemilu kali ini.

Ada 50 negara bagian yang terbagi menjadi tiga kategori, ada yang menjadi wilayah Demokrat, ada yang menjadi sarang Republik ada juga yang sifatnya swing atau ada kemungkinan bisa dimenangkan oleh salah satu pihak.

Swing state menjadi perhatian baik kontestan, pengamat politik hingga publik karena suara para elektor dari wilayah ini lah yang nanti bisa mempengaruhi hasil akhir pemilu.

Saat ini dari 14 negara bagian yang masuk kategori swing state, Trump unggul di sembilan wilayah. Namun, belum semua suara terhitung. Proses perhitungan membutuhkan waktu yang tidak singkat dan bisa berhari-hari.

 




TINGGALKAN KOMENTAR