Samarinda Luncurkan Produk Air Minum Kemasan, Diambil dari Sungai Mahakam
Produksi AMDK Samaqua Perumda Tirta Kencana Samarinda.
KLIKKALTIM- Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Samaqua milik Perumda Tirta Kencana Samarinda mulai menunjukkan peningkatan permintaan sejak resmi diluncurkan pada 5 Agustus 2026. Saat ini, produksi air minum kemasan tersebut mencapai sekitar 330 dos per hari.
Perumda Tirta Kencana memastikan pengembangan bisnis baru itu tidak akan mengganggu tugas utama perusahaan dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat Samarinda.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi mengatakan, pengelolaan bisnis AMDK dilakukan secara terpisah dengan unit pelayanan air perpipaan agar masing-masing dapat berjalan maksimal.
“Manajemen pelayanan air bersih dipisahkan dengan manajemen bisnis AMDK. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas,” kata Cevi, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, sejak peluncuran perdana, respons masyarakat terhadap Samaqua cukup tinggi. Bahkan, stok kemasan ukuran 220 mililiter yang disiapkan saat acara peluncuran langsung habis.
“Setelah launching kemasan 220 mililiter langsung habis. Mungkin karena kemasannya menarik dan masyarakat juga penasaran dengan produk lokal ini,” ujarnya.
Samaqua menjadi produk AMDK pertama yang diproduksi Perumda Tirta Kencana Samarinda. Produk tersebut tersedia dalam tiga pilihan ukuran, yakni 220 mililiter, 330 mililiter, dan kemasan galon.
Saat ini, permintaan tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga mulai masuk dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan sektor perhotelan.
Cevi menyebut, produksi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perumda juga masih membuka pemesanan bagi masyarakat maupun instansi yang ingin menggunakan produk tersebut.
“Permintaan cukup banyak, terutama dari dinas-dinas. Harganya juga cukup bersaing dengan kualitas yang kami tawarkan,” jelasnya.
Untuk memastikan kualitas produk, Samaqua diproses melalui sejumlah tahapan sebelum dipasarkan. Air baku yang digunakan berasal dari air hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol Perumda Tirta Kencana, bukan mengambil air Sungai Mahakam secara langsung.
Ia menjelaskan, air tersebut kembali melewati proses pengolahan tambahan melalui sistem filtrasi.
“Air yang biasa kami alirkan ke rumah itu yang menjadi air baku. Airnya sudah bersih, kemudian kami proses lagi untuk produksi AMDK,” katanya.
Tahapan produksi meliputi penyaringan kandungan tertentu, penggunaan filter karbon berbahan arang batok kelapa, micron filter bertingkat, hingga proses ultrafiltrasi untuk menjaga kualitas air sebelum masuk ke kemasan.
Cevi memastikan Samaqua telah melalui pengujian laboratorium serta memiliki izin edar dan sertifikasi halal.
“Untuk produksi AMDK ini sudah lulus uji laboratorium. Izin edar dan sertifikasi halal juga sudah lengkap,” ujarnya.
Meski begitu, hadirnya bisnis AMDK sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait pelayanan utama Perumda, terutama ketika masih ditemukan gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah.
Cevi menegaskan, gangguan layanan air bersih tidak berkaitan dengan produksi Samaqua. Menurutnya, kendala distribusi selama ini lebih banyak disebabkan persoalan teknis seperti kebocoran jaringan maupun proses pemeliharaan.
“Kalau pipa pecah itu tidak bisa diprediksi. Setelah perbaikan selesai, jaringan juga membutuhkan waktu untuk kembali terisi dan tekanan air stabil,” jelasnya.
Ia mengatakan Perumda tetap menjalankan pelayanan distribusi air bersih setiap hari melalui tim teknis yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Pemasaran Samaqua saat ini masih menggunakan sistem pemesanan sambil memperluas jaringan distribusi agar produk tersebut semakin mudah dijangkau masyarakat Samarinda,” demikian Cevi
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: