•   17 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Krisis Air Melanda Bontang, 22 Ribu Pelanggan Terdampak Sistem Menyala Bergiliran

Bontang - M Rifki
17 Agustus 2026
 
Krisis Air Melanda Bontang, 22 Ribu Pelanggan Terdampak Sistem Menyala Bergiliran Ilustrasi WTP dibersihkan (Ist).

BONTANG – Perumdam Tirta Taman mulai membatasi distribusi air bersih ke pelanggan sejak Senin (17/8/2026).

Kebijakan ini dilakukan menyusul menurunnya pasokan air baku akibat kemarau panjang yang melanda Bontang.

Pasokan air di WTP Altra bahkan turun hingga 50 persen. Kondisi tersebut membuat waktu distribusi harus dikurangi untuk menjaga ketersediaan air bagi pelanggan.

Direktur Perumdam Tirta Taman Suramin mengatakan, distribusi air untuk pelanggan di zona bawah saat ini hanya dilakukan selama 20 jam. Sementara pelanggan di zona atas hanya mendapatkan aliran air selama 4 jam.

"Kenapa zona atas hanya 4 jam karena di sana cuma 2 ribu pelanggan. Sementara zona bawah ada 20 ribuan pelanggan," ucap Suramin.

Untuk zona atas, distribusi air dimulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Brigjend Katamso, Jalan S Parman, Jalan Balikpapan, dan Jalan Soekarno Hatta.

Sedangkan zona bawah mendapatkan distribusi mulai pukul 11.00 Wita hingga pukul 07.00 Wita atau selama 20 jam. Sejumlah wilayah yang terdampak di antaranya Jalan MT Haryono, MH Thamrin, Awang Long, Mulawarman, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, R Suprapto, Suryanata, Parikesit, DI Panjaitan, Kapten Pierre Tendean, dan KS Tubun.

Kemudian Jalan Pattimura, BTN KCY, Ahmad Yani, Imam Bonjol, HM Ardan, Tomat, Brokoli, Durian, Selat Bone, Selat Selayar, dan Ir H Juanda.

Suramin menjelaskan, pembatasan ini terpaksa dilakukan agar pasokan air tetap tersedia untuk masyarakat. "Kami harus menjaga pasokan air agar tetap ada. Karena kondisi air baku saat ini memang berkurang," jelasnya.

Perumdam juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air selama kondisi kemarau masih berlangsung. Apalagi, belum diketahui secara pasti kapan hujan kembali mengguyur Kota Bontang.

Selain melakukan pengaturan distribusi, Perumdam Tirta Taman juga telah menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar agar hujan segera turun.

"Upaya kami semoga dalam waktu dekat ada hujan. Agar kapasitas air bawah tanah kita kembali melimpah," tuturnya.

Sementara itu, terkait rencana penggunaan air bekas lubang tambang untuk membantu memenuhi kebutuhan air baku, Suramin mengaku belum mendapat kepastian. Menurutnya, pengoperasian sumber air tersebut merupakan kewenangan Pemprov Kaltim.

"Katanya akhir Agustus ini. Tapi kami belum tahu lagi kepastiannya," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR