Hasil tes urin pegawai honorer di Kelurahan Loktuan oleh BNN ditemukan 2 diantaranya positif sabu/Ist-Klik Kaltim
Lebih lanjut, setelah ada hasil pihak Kelurahan Loktuan akan menyampaikan hal itu kepada Kecamatan Bontang Utara.
Sebelum pada akhirnya ada keputusan dari pihak yang berwenang untuk sikapnya. "Iya kita kan dibawah Kecamatan Bontang Utara jadi nanti hasilnya mungkin di sana," sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdhani mengatakan kedua TKD itu berdasarkan hasil tes urine positif Amfetamin dan Metamfetamin atau narkotika jenis sabu.
Setelah di-asesmen keduanya memang pernah mengkonsunsi zat terlarang jenis sabu. Hasil asesmen tahap satu sudah kelar.
"Iya mereka positif Amfetamin dan Metamfetamin. Alat ukur yang kami gunakan juga berdasarkan 7 parameter," tutur Lulyana.
Baca Juga : Kenapa Banyak Honorer Bontang Positif Benzo? Ini Penjelasan BNN
Lebih lanjut, pengakuan kedua oknum baru menggunakan sabu selama satu minggu ke belakang. Aktivitas ini juga merupakan sidak untuk pencegahan penyalahguna narkotika.
BNNK juga menyertakan surat rekomendasi untuk kedua orang itu untuk dirawat jalan atau melakukan rehabilitasi. Untuk program deteksi dini juga akan menyasar baik itu perusahaan dan instansi pemerintah Kota Bontang.
"Iya kami sidak. Kita keluarkan surat rekomendasi rawat jalan atau rehab," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:
TES URIN HONORER NARKOBA PEGAWAI NARKOBA KELURAHAN LOKTUAN HONORER PAKAI SABU SABU-SABU LOKTUAN