Pelajar Inklusi di SMPN 1 Bontang Bisa Ditemani Pendamping; Kepsek Tekankan Pendidikan Rata dan Berkeadilan
SMP Negeri 1, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.
BONTANG- Siswa inklusi di SMP Negeri 1 Bontang bakal didampingi selama belajar apabila kondisi psikologinya membutuhkan.
Kepala SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto menuturkan, kebijakan ini bertujuan menjaga kenyamanan seluruh siswa di kelas. Tahun lalu, sekolahnya menerima dua siswa inklusi dan keduanya mendapat pendampingan.
“Kalau tidak ada pendampingan, kami khawatir bisa mengganggu teman-teman yang lain,” ungkapnya, Rabu (1/04/2026).
Dia jelaskan, siswa inklusi tidak dipisahkan atau dibuat kelas khusus. Mereka tetap digabung dengan siswa lainnya agar mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dalam proses belajar mengajar.
“Tidak disendirikan. Mereka tetap gabung dengan yang umum, karena tidak boleh ada perlakuan berbeda. Hak dan kewajiban harus sama,” tambahnya.
Meski demikian, kata dia, pendampingan menjadi penting bagi siswa dengan kondisi tertentu, terutama dari sisi psikologis.
Riyanto menjelaskan, untuk kebutuhan pendamping ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing siswa.
“Kalau memang dari psikologinya perlu pendampingan, maka harus didampingi,” jelasnya.
Sementara, intuk pendamping tidak bukan disediakan dari sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab orang tua. Orang tua, diminta mencarikan pendamping yang bisa membantu anak selama berada di lingkungan sekolah.
Praktiknya, pendamping dapat masuk ke dalam kelas untuk membantu siswa mengikuti pelajaran. Namun, kehadiran pendamping tidak serta merta harus terus-menerus di dalam kelas.
“Kalau kondisinya stabil, pendamping bisa di luar kelas. Tapi tetap di lingkungan sekolah dan tidak jauh, supaya kalau ada apa-apa bisa cepat ditangani,” beber Riyanto.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: